iklan

loading...

Thursday, June 16, 2016

KB DARURAT

Pil kontrasepsi darurat (pil kondar) adalah pil kontrasepsi yang diambil pasca-coitus untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Cara kerja pil ini adalah dengan mengubah endometrium sehingga tidak memungkinkan implantasi hasil pembuahan, mencegah atau menunda ovulasi dan mengganggu pergerakan telur di tuba fallopi.

Pembuahan (konsepsi) biasanya tidak terjadi segera setelah berhubungan seks tetapi hingga beberapa hari kemudian. Selama waktu antara senggama dan pembuahan, sperma berjalan melalui tuba falopi untuk bertemu dengan telur. Akibatnya, mengambil pilkontrasepsi darurat segera setelah hubungan seks tanpa kondom belum terlalu terlambat untuk mencegah kehamilan.

Ada beberapa jenis pil kontrasepsi darurat (kondar), namun tidak semuanya tersedia di Indonesia. Berikut adalah dua jenis yang paling banyak tersedia di Indonesia, yang bisa didapatkan melalui resep dokter atau bidan Anda.
Pil progestin

Pil kontrasepsi darurat yang mengandung hormon progestin (levenorgestrel). Pil ini dapat mengurangi risiko kehamilan sebesar 88% (sebanyak 12 orang hamil dari 100 orang yang memakai pil ini dalam satu tahun). Pil ini lebih cenderung memiliki efek sampinglebih berat dibandingkan dengan pil kombinasi (lihat di bawah), seperti mual, muntah, sakit kepala, pusing, nyeri payudara, perdarahan uterus yang tidak teratur dan rasa lelah.

Salah satu merek pil ini adalah Postinor-2, yang diproduksi Tunggal Idaman Abdi/Gedeon Richter. Postinor-2 harus diambil dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seks tanpa kondom. Tablet kedua harus diminum 12 jam setelah tablet yang pertama di minum. Jika terjadi muntah dalam 2 jam, tablet harus diminum kembali.
Pil kombinasi

Jenis pil kontrasepsi darurat ini menggunakan hormon progestin dan estrogen. Pil ini mengurangi risiko kehamilan sebesar 75%, dengan efek samping mual dan muntah lebih sedikit.

Ada beberapa merek pil kondar di Indonesia, di antaranya adalah Microgynon yang diproduksi oleh Schering. Seperti halnya pil progestin, pil kombinasi harus diambil dalam waktu 72 jam pasca senggama, tablet kedua diambil 12 jam kemudian setelah dosis pertama.

Selain kedua jenis pil kontrasepsi darurat di atas, terdapat dua jenis lain yaitu pil dengan dosis kecil mifepristone (yang biasa dipakai untuk obat aborsi) yang hanya tersedia di Cina, Vietnam dan Rusia dan pil generasi baru yang mengandung asetat ulipristal, yang tersedia dengan resep di Amerika Serikat dengan merek ella dan di Eropa dengan merekellaOne.
Perlu diingat bahwa pil kondar tidak sama dengan pil aborsi mifepristone (RU-486). Pil ini bekerja mencegah kehamilan, bukan mengakhiri kehamilan. Bila Anda sudah terlanjur hamil, pil tidak bekerja dan tidak membahayakan janin.



Pil KB darurat (Emergency Contraceptives) tersedia di Indonesia dengan merek dagang Pil KB Andalan Postpil. Kontrasepsi darurat ini adalah obat-obatan berisi hormon untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Berbeda dengan pil KB biasa, kontrasepsi darurat tidak perlu digunakan rutin.




"Postpil ini sebenarnya adalah pil KB dosis tinggi. Terdiri dari 2 pil yang mengandung 0,75 mg Levonorgestrel (hormon progestin). Sesuai dengan peraturan, Postpill ini bisa dibeli di apotik dengan resep dokter, pil KB darurat berfungsi sebagai kontrasepsi darurat apabila terlupa atau gagal menggunakan kontrasepsi reguler (lupa minum pil kb reguler, lupa jadwal suntik, tidak yakin dengan metode kalender atau lupa menggunakan kondom).




"Postpil terdiri dari 2 pil yang masing-masing diminum pada waktu yang berlainan. Pil pertama dikonsumsi selambatnya 72 jam setelah hubungan seks dan gagal kontrasepsi, kemudian pil kedua di konsumsi 12 jam setelah pil pertama dikonsumsi,




Waktu rata-rata yang diperlukan untuk terjadinya pembuahan adalah 72 jam. Karena itulah Postpil harus dikonsumsi sebelum pembuahan terjadi.




Postpil bekerja untuk mencegah pertemuan sperma dengan sel telur dengan cara mengentalkan cairan rahim, sehingga menyulitkan sperma masuk dan tidak terjadi pembuahan.




Jika sudah terjadi pembuahan, maka Postpil tidak efektif lagi. Bila dikonsumsi sesuai aturan (selambatnya 72 jam dan pil kedua 12 jam setelahnya), Postpil memiliki tingkat efektivitas hingga 89 persen untuk mencegah kehamilan.




Namun Postpil tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai kontrasepsi reguler karena efek samping relatif lebih berat ketimbang pil KB reguler. Efek sampingnya antara lain sakit kepala ringan, mual, sedikit nyeri pada payudara, keluar flek, perubahan mood, perubahan pada periode menstruasi. Efek ini bisa berbeda pada setiap orang.




Sama halnya dengan pil KB reguler, penggunaan metode hormonal termasuk Postpil dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, untuk wanita yang memiliki riwayat penyakit jantung, darah tinggi atau diabetes sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH