iklan

loading...

Friday, February 1, 2013

Teori Triage

 1. Pengertian
Istilah triage (baca : trias) yang berasal dari bahasa Perancis yang berarti suatu proses pemilihan pasien  yang mana pasien digolongkan menurut tipe dan tingkat kegawatan kondisinya. (Admin, 2013). triage sama hal nya dengan GAWAT DARURAT : Gawat :Suatu kondisi dimana korban harus segera ditolong, apabila tidak segera di tolong maka akan mengalami kecacatan atau kematian. Ex : gangguan pernafasan, gangguan sirkulasi, perdarahan hebat. Darurat :Suatu kondisi dimana korban harus segera di tolong tetapi penundaan pertolongan tidak akan menyebabkan kematian / kecacatan.
Ex : Luka, Ca mamae, BPH, Fraktur tertutup

2. Prinsip-prinsip triage :
“Time Saving is Life Saving (respon time diusahakan sependek mungkin), The Right Patient, to The Right Place at The Right Time serta melakukan yang terbaik untuk jumlah terbanyak” dengan seleksi korban berdasarkan :
  • Ancaman jiwa mematikan dalam hitungan menit
  • Dapat mati dalam hitungan jam 
  • Trauma ringan 
  • Sudah meninggal 
3. Kode Warna International Dalam Triage :
Sistem triage dikenal dengan system kode 4 warna yang diterima secara internasional. Merah menunjukan perioris tinggi perawatan atau pemindahan, Kuning menandakam perioritas sedang, hijau digunakan untuk pasien rawat jalan, dan hitam untuk kasus kematian atau pasien menjelang ajal. Perawat harus mampu mampu mengkaji dan menggolongkan pasien dalam waktu 2 – 3 menit.
1.      Prioritas 1 atau Emergensi: warna MERAH (kasus berat)
Pasien dengan kondisi mengancam nyawa, memerlukan evaluasi dan intervensi segera, perdarahan berat, pasien dibawa ke ruang resusitasi, waktu tunggu 0 (nol)
·         Asfiksia, cedera cervical, cedera pada maxilla
·         Trauma kepala dengan koma dan proses shock yang cepat
·         Fraktur terbuka dan fraktur compound
·         Luka bakar > 30 % / Extensive Burn
·         Shock tipe apapun
2.      Prioritas 2 atau Urgent: warna KUNING (kasus sedang)
Pasien dengan penyakit yang akut, mungkin membutuhkan trolley, kursi roda atau jalan kaki, waktu tunggu 30 menit, area critical care.
·         Trauma thorax non asfiksia
·         Fraktur tertutup pada tulang panjang
·         Luka bakar terbatas ( < 30% dari TBW )
·         Cedera pada bagian / jaringan lunak
3.      Prioritas 3 atau Non Urgent: warna HIJAU (kasus ringan)
Pasien yang biasanya dapat berjalan dengan masalah medis yang minimal, luka lama, kondisi yang timbul sudah lama, area ambulatory / ruang P3.
·         Minor injuries
·         Seluruh kasus-kasus ambulant / jalan
4.      Prioritas 0: warna HITAM (kasus meninggal)
·         Tidak ada respon pada semua rangsangan
·         Tidak ada respirasi spontan
·         Tidak ada bukti aktivitas jantung
·         Tidak ada respon pupil terhadap cahaya

4. Prosedur pelayanan gadar meliputi rangkaian :
  1. Fase pra RS : ditolong oleh
    1. Orang awam
    2. Polisi, SAR, Hansip, DPK
    3. Ambulance 118
  2. Fase RS, pertolongan di
    1. IGD
    2. ICU
    3. Ruang rawat
  3. Fase post RS :
    1. Sembuh
    2. Sembuh cacat
    3. Meninggal dunia
5. Perencanaan triage
  • Persiapan sebelum bencana
  • Pengorganisasian personal (bentuk tim triage)
  • Pengorganisasian ruang/tempat
  • Pengorganisasian sarana/peralatan
  • Pengorganisasian suplai
  • pelatihan
  • komunikasi
Pemimpin triage
Hanya melakukan :
  • Primary survey
  • Menentukan prioritas
  • Menentukan pertolongan yang harus diberikan
Keputusan triage harus dihargai. Diskusi setelah tindakan. Hindari untuk tidak memutuskan sesuatu. Pemimpin triage tidak harus dokter, perawat pun bisa atau orang yang terlatih tergantung sumber daya manusia di tempat kejadian.

Tim triage
  • Bertanggung jawab
  • Mencegah kerusakan berlanjut atau semakin parah
  • Pilah dan pilih korban
  • Memberi perlindungan kepada korban.
Dokumentasi/rekam medis triage
  • Informasi dasar : nama, umur, jenis kelamin, cedera, penyebab cedera, pertolongan pertama yang telah diberikan
  • Tanda-tanda vital : tensi, nadi, respirasi, kesadaran
  • Diagnosis singkat tapi lengkap
  • Kategori triage
  • Urutan tindakan preoperatif secara lengkap
Perhatian :
  • Jika fasilitas kurang memadai maka lebih diutamakan yang potensial selamat. Contoh : jika korban label merah lebih potensial selamat maka label biru dapat berubah menjadi label hitam
  • Dalam keadaan bencana, lebih baik memberi bantuan lebih daripada kurang
  • Pikirkan kemungkinan yang paling buruk sehingga dapat mempersiapkan lebih baik.
     
    skema triage
     

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH