iklan

loading...

Wednesday, February 13, 2013

Pemeriksaan Penunjang asma bronchial

Pemeriksaan Penunjang asma bronchial
  1. Lung Function Test Peak expiratory flow rate (PEFR atau FEV) berfungsi untuk mendiagnosis asma dantingakatannya.
  2. Skin test : Berfungsi untuk mengetahui penyebab dari asma. 
  3. Chest X-ray : Berfungsi untuk komplikasi (pneumotoraks) atau untuk memeriksa pulmonaty shadows denganallergic bronchipulmonary aspergilosis 
  4. Histamine bronchial provocation test : Untuk mengindikasikan adanya airway yang hiperresponsif, biasanya ditemukan pada seluruh penyakit asma, terutama pada pasien dengan gejala utama batuk. Test ini tidak boleh dilakukan pada pasien yang mempunyai fungsi paru yang buruk (FEV <1,5L)
  5. Blood and sputum test : Pasien dengan asma mungkin memiliki peningakatan eosinofil di darah perifer (>9,4x10)

Pencegahan
  1. Menghindari allergen
  2. Menghindari polusi udara terutama rokok baik pasif maupun aktif 
  3. Menghindari obat obatan tertentu aspirin dan anti inflamasi non steroid dapat menimbulkan eksaserbasi asma
Daftar Pustaka


Sundaru H, Sukamto. Asma Bronkial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam PAPDI. Editor: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, dkk. FK-UI. Jakarta; 2006. hal. 247-252.

Sundaru H. Apa yang Perlu Diketahui Tentang Asma (online). Depkes RI. Available from: http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=204&Itemid=3
 

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH