iklan

loading...

Saturday, January 19, 2013

Triheksifenidil

Triheksifenidil
Sediaan :
Tiap tablet mengandung triheksifenidil hidroklorida 2 mg.

Kelompok obat :
Antiparkinson.

Mekanisme kerja :
Triheksifenidil adalah antikolinergik yang mempunyai efek sentral lebih kuat daripada perifer, sehingga banyak digunakan untuk terapi penyakit parkinson. Senyawa ini bekerja dengan menghambat pelepasan asetil kolin endogen dan eksogen. Efek sentral terhadap susunan saraf pusat akan merangsang pada dosis rendah dan mendepresi pada dosis toksik. Pada pemberian oral triheksifenidil diabsorbsi cukup baik dan tidak terakumulasi dalam jaringan. Ekskresi terutama bersama urin dalam bentuk metabolitnya.
Menghambat reuptake dopamine pada ujung saraf pre-sinaptik di otak.

Indikasi :
Parkinsonisme, Parkinson pasca-ensefalitis, reaksi ekstrapiramidal karena gejala putus obat.

Kontraindikasi :
Hipersensitif terhadap triheksifenidil, glaukoma sudut sempit, takiaritmia, psikosis berat, psikoneurosis,
hipertrofiprostat, dan obstruksi saluran cerna. Wanita hamil dan menyusui, glaucoma sudut tertutup. dementia.

Efek samping :
Mulut kering, sikloplegia, gangguan bicara, midriasis, retensi cairan, takikardia.

Interaksi obat :
Dosis obat ini harus diturunkan bila diberikan bersama levodopa. Pemberian bersama penghambat parasimpatotetik harus dihindari.

Dosis :
Dewasa : awal 2 mg, atau 3 kali sehari dosis dinaikkan sampai diperoleh hasil yang diharapkan. Untuk reaksi ekstrapiramidal kecuali “tardive” dyskinesia.
Dewasa : awal 1 mg, jika gejala tidak terkontrol dalam beberapa jam dosis ditingkatkan sehingga hilang gejala. Dosis sehari 5 – 15 mg, dosis 15 – 20 mg jarang dibutuhkanParkinson: 2-3 x 2 mg/hari

Gejala ekstrapiramidal: dosis awal: 1 mg

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH