iklan

loading...

Saturday, January 19, 2013

OBAT URTIKARIA

URTIKARIA

Urtikaria adalah kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab, biasanya disebabkan oleh suatu reaksi alergi, yang mempunyai ciri-ciri berupa kulit kemerahan (eritema) dengan sedikit oedem atau penonjolan (elevasi) kulit berbatas tegas yang timbul secara cepat setelah dicetuskan oleh faktor presipitasi dan menghilang perlahan-lahan.

Meskipun pada umumnya penyebab urtikaria diketahui karena rekasi alergi terhadap alergen tertentu, tetapi pada kondisi lain dimana tidak diketahui penyebabnya secara signifikan, maka dikenal istilah urtikaria idiopatik. Urtikaria adalah gangguan dermatologi yang paling sering terlihat di UGD. Eritema berbatas tegas dan edema yang melibatkan dermis dan epidermis yang sangat gatal. Urtikaria dapat bersifat akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) atau kronis (lebih dari 6 minggu). Berbagai macam varian urtikaria antara lain imunoglobulin E akut (IgE)-dimediasi urtikaria, kimia-induced urticaria (non-IgE-mediated), vaskulitis urtikaria, urtikaria autoimun, urtikaria kolinergik, urtikaria dingin, mastositosis, Muckle-Wells syndrome, dan banyak lainnya.

Urtikaria adalah salah satu gejala alergi yang muncul pada kulit secara tiba-tiba dalam bentuk bentol kemerahan yang gatal. Urtikaria dapat terjadi secara lokal pada suatu bagian tubuh tertentu atau dapat pula terjadi di seluruh tubuh. Orang yang mengalami urtikaria, umumnya adalah orang-orang yang memiliki riwayat keluarga menderita alergi, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pula pada orang yang tidak memiliki riwayat alergi. Beberapa penyebab urtikaria adalah sebagai berikut :


Faktor fisik, seperti dingin, panas, sinar matahari, dan tekanan mekanik
Faktor emosional, seperti tertawa, kelelahan, dan panik
Makanan, seperti kacang, biji-bijian, ikan, susu, telur, buah sitrus
Obat-obatan, yakni terutama aspirin. Obat lainnya diantaranya antibiotik, laksatif, dan lain-lain
Zat-zat berupa serbuk, zat kimia, atau serat seperti nilon atau wool.
Non-alergi

Cuaca dingin, angin dingin,dan air dingin diketahui dapat memicu urtikaria pada orang-orang tertentu yang rentan. Pembengkakan pada membran mukosa mulut, kesulitan menelan, sakit perut, atau kesulitan bernapas akibat pembengkakan glotis, merupakan beberapa gejala urtikaria lainnya.



Panas, aktivitas fisik, atau emosi dalam bentuk tertawa atau rasa sakit dapat menimbulkan urtikaria pada beberapa kasus. Mandi air panas, paparan terhadap sengatan matahari, makan makanan panas, duduk di ruangan panas dapat pula memicu urtikaria.

Pada beberapa kasus yang jarang, urtikaria dapat muncul akibat paparan sinar matahari. Hal ini bukan disebabkan akibat sengatan panas, namun akibat sinar matahari itu sendiri. Sensasi terbakar terjadi 20 sampai 30 detik setelah paparan diikuti dengan kemerahan. Reaksi dapat mencapai puncaknya dalam 10 menit dan menetap selama 1 sampai 2 jam.

Pada beberapa kasus, reaksi urtikaria ini hanya muncul setelah mengkonsumsi bahanfotosensitizing seperti sulfonamide, atau setelah menggunakan bahan photosensitizer pada kulit seperti derivat tar yang terkandung dalam beberapa jenis krim kosmetik.

Penisilin, aspirin, obat laksatif, sedatif, hormon, dan vaksin merupakan penyebab urtikaria yang umum. Penisilin baik dalam bentuk injeksi, oral atau salep diduga sebagai penyebab urtikaria yang paling umum. Seringkali sulit diketahui bahwa penyebab urtikaria adalah akibat obat karena seringkali baru muncul beberapa hari atau minggu setelah penggunaan obat.

Makanan yang dapat menyebabkan urtikaria pada individu sensitif umumnya adalah makanan yang dimakan mentah seperti pisang, jeruk, strawberry, kacang tanah, tomat, gandum, dan makanan seperti telur, coklat, ikan, lobster, kerang, dan udang.

Diagnosis urtikaria dapat dibuat berdasarkan riwayat kejadian urtikaria yang harus dicari secara menyeluruh, dan pemeriksaan fisik. Kadang diperlukan pemeriksaan penunjang sesuai jenis urtikaria yang dicurigai. Sebagai contoh, urtikaria karena panas dikonfirmasi dengan tes paparan panas pada air panas. Sedangkan untuk membuktikan bahwa urtikaria terjadi akibat suhu dingin, dapat dilakukan tes imersi. Tes imersi ini dilakukan dengan mencelupkan tangan ke air bersuhu 5oC selama 5 – 10 menit, dan tes ini akan menyebabkan orang yang alergi terhadap suhu dingin akan mengalami pembengkakan dan rasa gatal pada tangan, serta akan muncul ruam urtikaria pada bagian tubuh lainnya. Hal ini dapat muncul segera atau setelah beberapa menit. Tingkat suhu yang dapat menyebabkan munculnya urtikaria bervariasi pada tiap orang. Untuk urtikaria kronis, dokter akan memeriksa apa saja makanan yang dimakan oleh pasien.

Penanganan pertama untuk kasus urtikaria adalah menghindari paparan penyebab urtikaria. Sedangkan penanganan untuk menghilangkan gejalanya dapat menggunakan obat-obat antihistamin. Antihistamin generasi ke-2 seperti cetirizine merupakan salah satu pilihan antihistamin yang efektif untuk urtikaria. Antihistamin generasi ke-2 memiliki kelebihan dalam hal efek sedasi atau kantuknya yang lebih ringan dan masa kerjanya yang panjang. Untuk kasus urtikaria yang dialami benar-benar parah dan mengganggu, penggunaan antihistamin dapat disertai dengan pemberian kortikosteroid. Namun untuk urtikaria yang berlangsung dalam jangka waktu panjang, pemberian kortikosteroid tidak dianjurkan karena dapat menjadi kebiasaan dan dapat memberikan efek yang tidak diharapkan pada tubuh.

Referensi
  1. Poonawalla T, Kelly B. (2009). Urticaria : a review. Am J Clin Dermatol;10(1):9-21.
  2. Frigas E, Park MA. (2009). Acute urticaria and angioedema: diagnostic and treatment considerations.. Am J Clin Dermatol;10(4):239-50..
  3. Siti Aisah (2008). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Balai Penerbit FKUI. ISBN 978-979-496-415-6.

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH