iklan

loading...

Wednesday, January 16, 2013

Kaflam Tablet


KEFLAM
Kalium Diklofenak


KOMPOSISI :
Tiap tablet salut selaput mengandung Kalium Diklofenak.....................25 mg
Tiap tablet salut selaput mengandung Kalium Diklofenak.....................50 mg

FARMAKOLOGI :
KAFLAM (Kalium Diklofenak) adalah obat anti inflamasi non steroit yang mengandung garam garam dari diklofenak.
Obat ini memiliki efek analgesik dan anti inflamasi.
Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat sintesis prostaglandin,mediator yang berperan penting dalam proses terjadinya inflamasi,nyeri dan demam.
Kalium Diklofenak akan diabsorpsi dengan cepat dan lengkap dan jumlah yang diabsorpsi tidak berkurang jika diberikan bersama dengan makanan.Kadar puncak obat dicapai dalam 1/2 - 1 jam.Ikatan protein 99,7%,waktu paruh 1-2 jam.
Pemberian dosis berulang tidak menyebabkan akumulasi.
Eliminasi terutama melalui urin.

INDIKASI :
Sebagai pengobatan jangka pendek untuk kondisi-kondisi akut sebagai berikut:
- Nyeri inflamasi setelah trauma seperti terkilir.
- Nyeri dan inflamasi setelah operasi,seperti operasi gigi atau tulang.
Sebagai adjuvan pada nyeri inflamasi yang berat dari infeksi telinga,hidung atau tenggorokan,misalnya tonsilofaringitis,otitis.
Sesuai dengan perinsip pengobatan umum,penyakitnya sendiri harus diobati dengan terapi dasar.Demam sendiri bukan suatu indikasi.

KONTRA INDIKASI :
Hipersensitif terhadap zat aktif dan tukak lambung.
Juga dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat tercetusnya serangan asma,urtikaria atau rhinitis akut akibat obat-obat anti inflamasi non steroid lainnya.

PERINGATAN DAN PERHATIAN :

- Ketepatan diagnosa dan penawasan yang ketat harus dilakukan pada pasien-pasien dengan gejala gangguan saluran pencernaan,pasien yang mempunyai riwayat tukak lambung,pasien dengan kolitis ulseratif atau pasien dengan Crohn's disaese,juga pada pasien yang menderita gangguan hati yg berat.
- Umumnya pendarahan saluran pencernaan atau ulkus/perforasi mempunyai konsekuensi yg lebih serius pada orang tua.Hal ini dapat terjadi setiap waktu selama pengobatan dengan atau tanpa gejala peringatan atau riwayat sebelumnya.Bila terjadi pendarahan saluran pencernaan atau ulkus pada pasien yang menerima KAFLAM maka obat ini harus dihentikan.
- Karena prostaglandin penting untuk mempertahankan aliran darah pada ginjal,perhatian kusus harus diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung atau ginjal,pasien yang diobati dengan diuretik dan pada pasien dengan extracelular volume depletion dari berbagai sebab,misalnya pada fase pra/pasca bedah besar.
Pemantauan fungsi ginjal sebagai tindakan pencegahan direkomendasikan jika menggunakan kalam pada kasus-kasus tertentu.
Penghentian pengobatan diikuti oleh penyembuhan seperti keadaan sebelum pengobatan.Walaupun jarang,apabila muncul tukak lambung atau pendarahan lambung selama pengobatan dengan kaflam maka obat harus segera dihentikan.
- Pada pasien dengan usia lanjut perhatian harus diberikan sesuai dengan prinsip kedokteran.Khususnya direkpmendasikan untuk menggunakan dosis efektif terendah pada pasien tua yang lemah atau dengan berat badan lemah.
Seperti halnya anti inflamasi non steroid lainnya,kenaikan satu atau lebih,enzim hati mungkin tterjadi dengan KAFLAM,pemantauan fungsi hati diindikasikan sebagai tindakan pencegahan.Jika tes funsi hati yang abnormal tetap atau menjadi lebih buruk dan jika tanda-tanda klinis atau gejala-gejala tetap dengan berkembangnya penyakit hati atau jika terjadi manifestasi lainnya (misalnya eosinifilia,ruam dan sebagainya) KAFLAM harus dihentikan.
Hepatitis mungkin terjadi tanpa gejala-gejala prodromal.
Perhatian harus diberikan jika menggunakan KAFLAM pada pasien dengan porfiria hati,karena KAFDLAM mungkin menyebabkan serangan.
Pengobatan dengan KAFLAM untuk indikasi tersebut diatas biasanya untuk beberapa hari.Tetapi bila berlawanan dengan rekomendasi untuk pemakaiannya dimana KAFLAM diberikan untuk jangka waktu lama sebaiknya seperti halnya obat-obat anti inflamasi non steroid yang menpunyai aktifitas yang tinggi lainnya,dilakukan hitung darah.Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya,reaksi alergi termasuk reaksi anafilatik/anafilaktoid dapat juga terjadi walaupun tanpa pernah terpapar dengan obat ini sebelumnya.
- Mutagenitas,karsinogenitas dan studi toksisitas reproduksi : Kalium Diklofenak tidak menunjukkan efek mutagenenik,karsiogenik atau teratogenik pada studi yang dilakukan.
- Pemakaian waktu kehamilan dan menyusui : Pada masa kehamilan KAFLAM hanya digunakan pada saat yang sangat diperlukan dan dengan dosis efektif yang terkecil.Seperti halnya obat-obat penghambat prostaglandin sintetase lainnya,hal ini terutama berlaku pada 3 bulan terakhir dari masa kehamilan (karena kemungkina terjadinya inertia uterus dan atau penutupan prematur dari ductus arteriosus).Sesudah pemberian oral dosis 50 mg setiap 8 jam,zat aktif dari KEFLAM dijumpai dalam ASI,KEFLAM tidak dianurkan digunakan pada ibu yang menyusui.
- Efek pada kemampuan mengemudi atau menggunakan mesin :
Pasien yang mengalami pusing atau gangguan syaraf pusat lainnya harus dihindarkan dari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.

EFEK SAMPING :
Saluran pencernaan :
- Kadang-kadang : nyeri epigastrium,gangguan saluran pencernaan seperti mual,muntah,diare,kejang perut,dispepsia,perut kembung,anoreksia.
- Jarang : Pendarahan saluran pencernaan (hematemesis,melena,tukak lambung dengan atau tanpa pendarahan/perforasi,diae berdarah).
- Sangat jarang : gangguan usus bawah seprti "non specific haemorrhagic colitis" dan eksaserbasi kolitis ulseratif atau Crohn's disease,stomatitis aphthosa,glositis,lesi esofagus,konstipasi.
Susunan saraf pusat dan perifer: 
- Kadang-kadang: sakit kepala,pusing,vertigo. 
- Jarang: perasaan mengantuk. 
- Sangatjarang: gangguan sensasi temasuk parestesia,gangguan memori,disorientasi,gangguan penglihatan (blurred vision,diplopia),gangguan pendengaran,tinnitus,insomnia,iritiabilitas,kejang,depresi,kecemasan, mimpi buruk,tremor,reaksi psikotik,gangguan perubahan rasa. Kulit: 
- Kadang-kadang: ruam atau erupsi kulit. 
- Jarang : urtikaria. 
- Sangat jarang : erupsi bulosa,eksema,eritemamultiforme,SfevensJohnsons Syndrcre,Lyeil Syndrome (epidemolisis toksik akut),eritndema (dermatitis exfoliatif),rambut rontok,reaksi fotosensitivitas,purpura termasuk purpura alergik. Sistem urogenital : 
- Sangat jarang : kegagalan ginjal akut,kelainan urin sepertihematuri,proteinuria,nefritis interstisialis,Sindrom nefrotik,nekrosis papiler. 
Fungsihati: 
- Kadang-kadang : peningkatan enzim serum amino transferase SGOT,SGPT. 
- Jarang : hepatitis dengan atau tanpa jaundice. 
- Sangat jarang: hepatitis fulminan. 
Darah: 
- Sangat jarang : trombositopenia,leukopenia,anemia (anemia hemolitik,anemia aplastik),agranulositosis. Hipersensitivitas : 
- Jarang : reaksi hipersensitivitas seperti asma,reaksi anafilakti/anafilaktoid sistemik termasuk hipotensi. Susunan organ lainnya : 
- Jarang : edema. 
- Sangat jarang : impoten (hubungannya dengan KAFLAM intake diragukan),palpiiasi,nyeri dada,hipertensi. 

Interaksi obat : 
Apabila diberikan bersamaan dengan preparat yang mengandung lithium atau digoxin,kadar obat-obat tersebut dalam plasma meningkat tetapi tidak dijumpai adanya gejala kelebihan dosis. Beberapa obat anti inflamasi non steroid dapat menghambat aktivitas dari diuretika. Pengobatan bersamaan dengan diuretika golongan hemat kalium mungkin disertai dengan kenaikan kadar kalium dalam serum. Pemberian bersama dengan anti inflamasi non steroid sistemik dapat menambah terjadinya efek samping.Meskipun pada uji klinik diklofenak tidak mempengaruhi efek anti koagulan,sangat jarang dilaporkan adanya penambahan resiko perdarahan dengan penggunaan kombinasi diklofenak dan anti koagulan,oleh karena itu dianjurkan untuK dilakukan pemantauan yang ketat terhadap pasien tersebut.Seperti dengan anti inflamasi nons teroid lainnya,diklofenak dalam dosis tinggi (200 mg) dapat menghambat agregasi platelet untuk sementara. Uji klinik memperlihatkan bahwa diklofenak dapat diberikan bersamaan dengan anti diabetik oral tanpa mempengaruhi efek klinis dari masing-masing obat.Sangatjarang dilaporkan efek hipoglikemik dan hiperglikemik dengan adanya diklofenak sehingga diperlukan penyesuaikan dosis obat-obat hipoglikemik.Perhatian harus dibeikan bila anti inflamasi non steroid diberikan kurang dari 24 jam sebelum atau setelah pengobatan dengan methotrexate,karena konsentrasi methotrexate dalam darah dapat meningkat dan toksisitas dari obat ini bertambah. Penambahan nefrotoksisitas cyclosporin mungkin terjadi oleh karena efek obat-obat anti inflamasi non steroid terhadap prostaglandin ginjal. 

Dosis berlebih : 
Penanganan keracunan akut dengan anti inflamasi non steroid pada dasarnya dilakukan dengan tindakan suportif dan simptomatik.Tidak ada gambaran klinis yang khas dari dosis berlebih diklofenak.Tindakan pengobatan yang dilakukan dalam hal dosis berlebih adalah sebagai berikut : absorpsi harus dicegah segera setelah dosis berlebih dengan pencucian lambung dan pengobatan dengan arang aktif.Pengobatan suportif dan simptomatik harus diberikan untuk komplikasi seperti hipotensi,gagal ginjal,kejang,iritasi saluran pencemaan dan depresi pernapasan.Terapi spesifik seperti "forced diuresis",dialisis atau hemoperfusi mungkin tidak membantu menghilangkan anti rematik non steroid karena jumlah ikatan protein yang tinggi. 

Dosis: 
Dewasa 100-150 mg 3 dd 1 tab
Anak-anak di atas usia 14 tahun 75-100 mg 3 dd 1 tab
Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 14 tahun

Kemasan : 
Kotak berisi 3 blister x 1O tablet salut selaput @ 25 mg. No.Reg.:DKL9504413117A1 
Kotak berisi 3 blister x 10 tablet salut selaput @ 50 mg. No.Reg.:DKL95O4413117B1 

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat C. 
HARUS DENGAN RESEP DOKTER 

PT DANKOS FARMA.
JAKARTA-INDONESIA

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH