iklan

loading...

Friday, January 11, 2013

CONTOH ASKEP INDIVIDU DI GERONTIK

ASUHAN  KEPERAWATAN

Nama  Mahasiswa       : Gusri Wahyudi
NIM                            : 049
Lahan Praktik              : Panti Sosial Tresna Wreda  Budhi Daya  Teluk Jambe  Karawang
Tanggal Pengkajian     : 16 Januari 2012
Nama Wisma               : Melati

I.     IDENTITAS KLIEN
Nama Klien                       : Ny. U.
Jenis Kelamin                    : Perempuan
U m u r                              : 69 th.
Agama                              : Islam
Status Marital                   : Menikah 2 kali, tapi tidak dikaruniai anak.
Pendidikan Terakhir         : SD
Pekerjaan                          : -
Alamat                              : Sukabumi


II.    ALASAN MASUK  KE PANTI
Berdasarkan dari hasil pengkajian, klien berada dipanti werdha karena klien tidak mempunyai keluarga dan klien mengatakan diantarkan oleh saudaranya.

III.   RIWAYAT KESEHATAN  KLIEN
A.   Masalah Kesehatan Yang Pernah dialami ( Dahulu s/d sekarang )
Klien mengatakan dulu beberapa tahun yang lalu pernah mengalami diabetes militus dan berobat kepuskesmas. Sekarang klien mengatakan mengeluh pusing kepala sejak kemarin, sakit kepalanya berdeyut-denyut, jika berdiri suka berkunang-kunang dan klien mengatakan kurang paham mengenai penyakit hipertensi.
B.    Masalah Kesehatan Keluarga / Keturunan
         Klien mengatakan didalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang parah.
IV.  KEBIASAAN SEHARI-HARI
A.   Biologis
1.    Pola Makan
Klien mengatakan biasanya makan sebanyak 3 x / hr, dengan menu makanan pagi hari nasi, sayur, tempe.; makan siang terdiri dari nasi, sayur, tempe dan telur. Menu makan sore sama dengan dengan menu makan siang. Klien selalu menghabiskan ½ porsi makan tapi kadang-kadang klien suka membeli makanan jajanan diluar.
2.    Pola Minum
Klien mengatakan  minum air  sebanyak 4 – 6 mug kecil dalam sehari (1 mug kecil = 200 ml).
3.    Pola Tidur
Klien mengatakan tidur malam sekitar pukul 21.00 dan bangun pagi sekitar pukul 05.00. Klien mengatakan jarang tidur siang. Dan selama ini tidak mengalami ganggua tidur.
4.    Pola Eliminasi ( BAB & BAK )
Klien mengatakan BAB sehari satu kali dengan konsistensi padat, berbau khas. Klien mengatak BAK sehari 2-4 kali dengan konsisitensi jernih klien mengatakan belum pernah mengalami Konstipasi dan inkontinensia urin.
5.    Aktivitas Sehari-hari
Klien mengatakan tidak mempunyai kegiatan yang bersifat rutinitas, klien setiap hari hanya duduk dan mengikuti pengajian. Klien mengatakan bahwa klien dilarang keluar wilayah wisma karena dikhawatirkan keselamatannya oleh petugas wisma.
6.    Rekreasi
Klien mengatakan tidak pernah rekreasi, karena klien tidak punya keluarga. Kebanyakan klien hanya ngobrol dengan sesama lansia yang ada di panti.

B.   Psikologis
1.    Status Mental
a.    Alam Perasaan 
Klien mengatakan lebih senang berada di panti, karena di tempat tinggalnya yang dulu klien tidak ada yang merawat dan hidup seorang diri.
b.    Memori
1)    Jangka Pendek
Klien tidak mengalami gangguan memori jangka pendek terbukti saat ditanya tentang hari, tempat dan orang klien menjawab dengan benar.
2)    Jangka Panjang
Klien tidak mengalami gangguan memori jangka panjang terbukti klien mampu menjawab pertanyaan tentang siapa yang membawa klien ke panti.           
c.    Tingkat Konsentrasi dan Berhitung.
Klien mampu menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan oleh perawat seperti Rp. 10.000 – 5.000 = 5.000.

C.   Sosial
1.    Dukungan Keluarga
Klien mengatakan, sekarang klien sudah tidak mempunyai keluarga dekat, jadi klien belum pernah ada yang menjenguk ke panti.
2.    Hubungan Dengan Orang Lain
Klien mengatakan tidak ada masalah dalam pergaulan dengan sesama penghuni panti, dan terbukti saat perawat melakukan observasi klien tampak sedang berkumpul dengan sesama lansia yang lain.

D.   Spiritual
1.    Pelaksanaan Ibadah
Klien mengatakan bergama islam dan selalu rutin melaksanakan shalat 5 waktu dan sering mengikuti pengajian  rutin yang diadakan di panti  setiap hari rabu.
2.    Keyakinan Tentang Kesehatan
Klien mengatakan ketika sakit hanya diberi obat saja oleh perawat panti

V.   PEMERIKSAAN FISIK
A.   Tanda Vital
1.   Keadaan Umum               : Baik
2.   Tingkat Kesadaran           : Compos Mentis
3.   Suhu                                 : 36,7 0 C
4.   Nadi                                 : 104 x / mnt
5.   Tekanan Darah                 : 160 / 100 mmHg.
6.   Pernafasan                        : 22 x / mnt
7.   Tinggi Badan                    : 155 cm
8.   Berat Badan                     : 55 Kg

B.   Pemeriksan Fisik dan Kebersihan Perorangan
1.    Kepala dan Leher
a.    Rambut       : beruban, kulit kepala kering tidak ada ketombe.        
b.    Mata            : Conjungtiva anemis,pupil isokor
c.    Hidung        : bentuk hidung simetris,tidak ada sekret dan tidak ada cairan         berlendir
d.    Mulut          : mukosa bibir tidak kering tidak ada tanda-tanda radang pada gusi.
e.    Telinga        : bentuk simetris serumen (-) fungsi pendengaran baik.
f.      Leher          : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada nyeri tekan
g.    Dada           : bentu dada simetris tidak mengalami ganguan pernafasan dan tidak ada nyeri dada.
h.    Paru-paru     : suara nafas vesikuler.
i.     Jantung        : bunyi jantung lup dug.
j.     Abdomen    : dalam batas normal tidak ada nyeri tekan dan tidak ada pembesaran hepar.
k.    Muskuloskeletal         : klien hnya sedikit keram di kaki
l.     Ekstemitas   : klien mengatakan tidak ada keluhan pada ekstemitas atas dan bawah.


VI.  ANALISA  DATA

No
Data
Masalah  Keperawatan
1
Data Subjektif
·         Klien mengatakan  sakit kepala
·         Sakit kepalanya berdenyut-denyut
·         Ketika berdiri suka berkunang-kunang

Data Objektif
§  Klien suka memegang kepalanya
§  TD    :160/100 mmHg


 Nyaman  Nyeri  

2
Data Subjektif
·          klien mengatakan tidak tahu penyakit yang dideritanya
·          klien juga tidak tahu  pengertian,penyebab dan tanda gejala hipertensi.

Data Objektif
§  klien tampak bingun saat ditanya tentang penyakitnya
§  klien menujukan daerah sakitnya.


Kurang pengetahuan



VIII.   DIAGNOSA  KEPERAWATAN
A.    Nyaman nyeri b.d peningkatan vaskular serbral
B.   Kurang pengetahuan tentang hipertensi b.d kurang informasi

IX.  RENCANA  ASUHAN  KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Rencana Tindakan
Rasional
Umum
Khusus

Nyaman nyeri b.d peningkatan vaskular serebral






Setelah dilakukan perawatan selama 2 x 24 jam Nyaman nyeri b.d  peningkatan vaskular serebral dapat teratasi .

1. Klien dapat mengidentifikasi keluhan





2. Klien dapat mengetahui tenyang hipertensi.

3. Klien dapat  mengetahui cara pengobatan tradisional hipertensi.


1.    Identifikasi keluhan klien






2.  Anjurkan posisi yang nyaman ketika duduk atau tidur.

3.  Kolabolasi pemberian obat sesuai indikasi.



1.   Mengetahui keluhan klien untuk intervensi selanjutnya.




2.   Pada penyakit berat tirah baring mungkin diperlukan.

3.   Dapat menurunkan rasa nyeri.


4.     
Kurang pengetahuan tentang hipertensi b.d kurang informasi.

Setelah dilakukan perawatan selama 3 x 24 jam kurang pengetahuan dapat diatasi
1.   Menunjukan pemahaman tentang kondisi perawatan.

2.   Mengembangkan rencana untuk perawatan.



1. Kaji tingkat pengetahuan  klien tentang penyakit hipertensi.

2. Berikan pendidikan kesehatan tentang cara mencegah dan mengatasi hipertensi.


3. Evaluasi tingkat pengetahuan klien.

4. Ajarkan untuk membuat pengobatan tradisional..
1.    Membantu dalam menetukan tindakan selanjutnya.


2.    Mengetahui sejauh mana klien memahami tentang penyakit yang dideritanya.



3.    Memudahkan dalam intervensi selanjutnya.

4.    Memberikan pengetahuan pada klien.
  
X.   IMPLEMENTASI

Diagnosa  Keperawatan
Implementasi dan Evaluasi
TT/Tgl/Waktu
Nyaman nyeri b.d peningkatan vaskular serebral

Membina hubungan saling percaya dengan perawat :
-    Salam terapeutik
-    Mendengarkan semua masalah dengan empati
-    Memperkenalkan diri
-    Menjelaskan tujuan interaksi.

Memberikan jus belimbing tradisional.

Evaluasi
Subjektif
-       Klien mengatakan sakit kepala
-       Sakitnya berdeyut-denyut

Objektif
-       Klien mau berjabat tangan dengan perawat
-       TD : 160/100 mmHg

Analisa ( A )
Klien mampu mendemonstrasikan cara pengobatan tradisional dengan belimbing  .
Masalah  tercapai sebagian

Planning ( P )
Untuk klien
-       Anjurkan klien untuk menggunakan ramuan tradisional bila terasa nyeri
Untuk perawat
Motivasi dan latih klien untuk menggunakan ramuan tradisionla dengan belimbing atau ketimun setiap terasa sakit.
Lanjutkan dx II besok jam 10.00-10.30

19-01-2012
09.30-10.15




Kurang pengetahuan tentang hipertensi b.d kurang informasi






Memberikan Pennyuluhan tentang katarak dan cara perawatannya untuk mencegah terjadinya jatuh

Evaluasi
Subjektif
-       Klien terlihat mau mendengarkan apa yang diuraikan oleh perawat.
-       klien mengatakan penglihatannya terganggu seperti melihat asap dan kalau melihat jauh kurang jelas.

Objektif
-       Klien mau mendengarkan apa yang dijelaskan perawat

Analisa ( A )
Klien mampu menjawab pertanyaan perawat tapi harus distimulus oleh perawat.
Masalah  tercapai sebagian


Planning ( P )
Untuk klien
-       Anjurkan klien agar bisa membuat obat tradisional sendiri.
-       Beritahu klien untuk tidak memakan yang asin-asin atu yang berlemak.
.




20-01-2012
10.00-10.30

2 comments:

  1. Replies
    1. sama2 subagio, saya senang jika apa yang saya bagikan bermanfaat.

      Delete

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH