iklan

loading...

Sunday, January 13, 2013

BAB I SKRIPSI ASMA


BAB I 
PENDAHULUAN 


A. Latar Belakang

Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten,reversible dimana trakea dan bronchi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu (Smelzer Suzanne : 2006). Asma Bronchial adalah suatu gangguan pada saluran bronchial dengan ciri bronkospasme periodic, kontraksi spasme pada saluran nafas. (Irman Somantri, 2008) Asma mempunyai resiko kekambuhan yang tinggi, menurut (Smelzer Suzanne : 2006) Ada beberapa factor yang dapat menyebabkan pajanan pada asma bronchial, diantaranya Alergen, Perubahan Cuaca, tekanan jiwa / stress, lingkungan kerja (Tanjung, 2003).

WHO tahun (2006), sebanyak 300 juta orang menderita asma dan 225 ribu penderita meninggal di seluruh dunia. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit asma di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat 20 % untuk sepuluh tahun mendatang, jika tidak terkontrol dengan baik.

Penelitian epidemiologi di berbagai negara mengenai prevalensi asma menunjukkan angka yang sangat bervariasi, di Skandinavia 0,7-1,8%; Norwegia 0,9 - 2,0%; Finlandia 0,7-0,8%; Inggris 1,6-5,1%; Australia 5,4-7,4%, India 0,2%; Jepang 0,7%; Barbados 1,1% .Prevalensi asma di seluruh dunia adalah sebesar 8-10% pada anak dan 3-5% pada dewasa, dan dalam 10 tahun terakhir ini meningkat sebesar 50% .Penelitian prevalensi asma di Australia yang didasarkan kepada data atopi atau mengi menunjukkan kenaikan prevalensi asma akut di daearah lembah (Belmont) dari 4,4% (1982) menjadi 11,9% (1992), dari daerah perifer yang kering adalah sebesar 0,5% dari 215 anak dengan bakat atopi sebesar 20,5% dan mengi 2% .( eprints.undip.ac.id. 2008)
-->

Menurut data studi Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di berbagai propinsi di Indonesia, asma menduduki urutan kelima dari sepuluh penyebab kesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkitis kronik dan emfisema. Asma, bronkitis kronik, dan emfisema sebagai penyebab kematian (mortalitas) keempat di Indonesia atau sebesar 5,6%. Lalu , dilaporkan prevalensi asma di seluruh Indonesia sebesar 13 per 1.000 penduduk (PDPI, 2006). Dari hasil penelitian Riskesdas, prevalensi penderita asma di Indonesia adalah sekitar 4%. Menurut Sastrawan, dkk (2008), angka ini konsisten dan prevalensi asma bronkial sebesar 5–15%. Di Sembilan provinsi yang mempunyai prevalensi Penyakit Asma diatas prevalensi nasional, antara lain Nanggroe Aceh Darussalam di urutan pertama, diikuti oleh Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Papua Barat (RIKESDAS, 2007)

Penelitian multisenter di beberapa pusat pendidikan di Indonesia mengenai prevalensi asma pada anak usia 13-14 tahun menghasilkan angka prevalensi di Palembang 7,4%; di Jakarta 5,7%; dan di Bandung 6,7%. Sidhartani di Semarang meneliti 632 anak usia 12-16 tahun dengan menggunakan kuesioner International Study of Asthma and Allergy in Children (ISAAC) dan pengukuran Peak Flow Meter (PFM) menemukan prevalensi asma 6,2%. Laporan kasus penyakit tidak menular pada Dinas Kesehatan Jawa Tengah khusus penderita asma bronkiale dari beberapa rumah sakit Kabupaten Kudus tahun 2005 sebanyak 6.315 penderita, tahun 2006 sebanyak 6.579 penderita. Didaerah karawang sendiri belum ada data yang pasti terkait angka kejadian asma sehingga peneliti mencoba untuk melakukan penelitian di KLINIK MITRA GEMPOL dari data yang didapatkan pada tahun 2010 terdapat 348 kunjungan rawat jalan, 2011- 2012 terdapat 421 kunjungan. Dari beberapa responden yang di identifikasi penyebab dari kekambuhan asma yang di alaminya adalah, Alergen, Lingkungan kerja dan perubahan cuaca.

Berdasarkan Fenomena tersebut diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian lebih lanjut tentang “Faktor - faktor yang berhubungan dengan penyebab terjadinya asma Di Klinuk Mitra Gempol”

B. Masalah Penelitian
Dari 5 orang penderita asma yang ditemui (Di klinik 1 orang dan di masyarakat 4 orang) diperoleh data bahwa penyebab umum yang pada kekambuhan asma adalah allergen dan lingkungan kerja.




C. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan masalah penelitian tersebut diatas maka pertanyaan penelitian yang dapat dirumuskan adalah “Faktor - faktor apa saja yang berhubungan dengan penyebab terjadinya asma Di Klinuk Mitra Gempol”


D. Tujuan penelitian

1. Tujuan umum

a) Diketahui factor-faktor penyebab asma pada penderita asma di klinik mitra gempol.

2. Tujuan Khusus

a) Mengetahui hubungan allergen dengan kejadian asma
b) Mengetahui hubungan lingkungan kerja dengan kejadian asma
c) Diketahui hubungan perubahan cuaca dengan kejadian asma


E. Manfaat Penelitian

1. Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi ilmu pengetahuan tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit asma
2. Pelayanan kesehatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan dalam promosi kesehatan guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama asuhan keperawatan yang cepat dan tepat.
3. Peneliti
Sebagai acuan untuk melakukan penelitian sejenis dimasa yang akan dating.

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH