BARANGKALI ANDA MEMBUTUHKAN :

JIKA MERASA KURANG LENGKAP SILAHKAN CARI

Kamis, 28 Juni 2012

FASE DEMAM BERDARAH

DEMAM BERDARAH
WHO membagi demam berdarah dalam 3 fase yaitu fase demam tinggi (febris), fase kritis, dan fase penyembuhan (pemulihan). Berikut penjelasannya mengenai ketiga fase demam berdarah tersebut :
  1. Fase Demam Tinggi (Febris). Pada fase demam berdarah yang pertama ini terjadi pada hari ke 1 - 3 setelah gigitan nyamuk Nyamuk Aedes Aegypti dan ditandai dengan demam yang mendadak tinggi disertai sakit kepala, badan terasa ngilu dan nyeri, mual. Seringkali disertai dengan bintik merah di kulit yang tidak hilang saat kulit diregangkan. Pada beberapa kasus yang terjadi, bahkan ditemukan adanya nyeri tenggorokan, infeksi pada farings (tenggorokan) dan juga pada konjungtiva, anoreksia, mual dan muntah.
  2. Fase Kritis. Pada fase kedua demam berdarah ini terjadi pada hari ke 4 - 5. Fase ini ditandai dengan demam yang mulai menurun disertai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah dan fase ini seringkali mengecohkan karena seolah-olah demamnya turun dan penyakitnya sembuh. Namun inilah yang disebut Fase Kritis Demam Berdarah dan kemungkinan terjadinya Dengue Shock Sindrome DSS. Pada fase ini dapat terjadi pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin, serta terjadi penurunan kesadaran.
  3. Fase Penyembuhan (Pemulihan). Pada fase ini terjadi pada hari ke 6 - 7. Dalam fase penyembuhan ini keadaan umum dari penderita mulai membaik. Keadaan umum penderita membaik, nafsu makan pulih kembali , hemodinamik (peredaran darah) stabil dan diuresis (frekuensi kencing) membaik dan akan kembali normal. Dan pada saat ini akan jauh lebih baik bila penderita diberikan gizi yang baik untuk meningkatkan keadaannya serta juga meningkat kadar daripada trombositnya.
kalau yang diatas adalah fase demam berdarah sekarang kita lihat derjat atau tingkat keparahan dari demam berdarah, Berikut adalah tingkatan demam berdarah menurut WHO :
  1. DHF derajat I. Pada derajat pertama ini tanda yang kita temukan adalah diantaranya adanya tanda infeksi virus, dengan manifestasinya yang berupa perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif.
  2. DHF derajat II. Pada derajat kedua ini makan tanda infeksi virus didapatkan dengan manifestasinya yang berupa adanya perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)
  3. DHF derajat III. Pada derajat kedua ini seringkali disebut dengan fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok ditandai dengan : kesadaran yang mulai menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur walaupun kecil.
  4. DHF derajat IV. Pada fase keempat dari demam berdarah dengue ini seringkali kita menyebutnya dengan fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai fase dan tingkatan demam berdarah. Point pentingnya adalah bahwasannya kita harus waspada kepada penyakit demam berdarah ini dan bila ditemukan tanda serta gejala yang telah disebutkan di atas maka cepatlah datang ke tempat pelayanan kesehatan yang tersedia untuk mendapatkan perawatan dan juga pengobatan yang tepat. Karena dengan pengobatan dan perawatan yang cepat serta akurat akan menurunkan resiko kematian dan tentunya dengan tidak melupakan pencegahan demam berdarahnya.

Cara Pemeriksaan Mantoux Tes

mantoux positif

mantoux negatif


Pemeriksaan Mantoux Tes adalah metode standar untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Administrasi Handal dan pembacaan TST memerlukan standarisasi prosedur, pelatihan, pengawasan, dan praktik. 

Cara Pemeriksaan Mantoux Tes

Mantoux Tes digunakan untuk mendeteksi pemajanan terhadap Microbacterium tuberculosis. Caranya dengan menyuntikan PPD secara intradermal. Hasil mantoux tes positip menandakan infeksi basil tuberkel masa lalu atau saat ini dan mengindikasikan perlunya dilakukan prosedur evaluasi lebih lanjut sebelum menegakkan diagnosis TB.
Reaksi diinterpretasikan sebagai positif, meragukan, atau negative.
Reaksi positif terjadi bila terdapat indurasi 10 mm atau lebih.
Reaksi meragukan bila indurasi berkisar 5 sampai 9 mm.
Reaksi negative bila indurasi kurang dari 5 mm.

Respon yang diharapkan : Pasien mempunyai reaksi negative yang menandakan tidak ada pemajanan terhadap basil tuberkel.

Respon yang merugikan : pasien mempunyai reaksi positif yang menandakan pemajanan terhadap basil tuberkel, pasien mempunyai reaksi meragukan, pasien mempunyai reaksi negative palsu.

Peralatan yang diperlukan : kapas alcohol, spuit tuberculin dengan jarum no 25 atau yang lebih kecil, purified protein derivative (PPD), dan sarung tangan steril.
No
Tindakan
Rasional
1.
Tanya pasien apakah ia pernah menjalani mantoux tes positip atau pernah mendapat vaksinasi BCG
Skrining TB akan selalu menunjukan hasil positif pada pasien ini dan karenanya tes ini tidak dapat digunakan sebagai pemeriksaan skrining.
2.
Tanya pasien apakah ia pernah mendapatkan vaksinasi atau penyakit virus pada 4 minggu terakhir.
Penyakit virus dan vaksinasi dapat menekan reaksi mantoux tes
3.
Pemeriksa Kenakan sarung tangan
Mengurangi tranmisi mikroorganisme
4.
Pilih tempat tes pada permukaan ventral anterior lengan bawah pasien
Tempat yang dipilih harus bebas dari pembuluh darah, tahi lalat, bulu, atau tanda lainnya.
5.
Dengan gerakan melingkar bersihkan tempat tersebut dengan kapas alkohol
Mengurangi jumlah mikroorganisme pada kulit.
6.
Dengan tangan dominan anda ambil spuit (yang telah berisi 0,1 PPD) dan pegang spuit sehingga membentuk sudut 10 derajat terhadap kulit pasien dengan bagian bevel jarum menhdapat keatas. Dengan perlahan tetapi pasti tusukan secara superficial kedalam kulit pasien sampai mulut bavel tersumbat oleh kulit.
Jika sudut penusukan lebih besar dari 10 derajat maka penyuntikan akan terlalu dalam, melakukan penyuntikan dengan bevel menghadap keatas akan memudahkan penusukan jarum. Adanya benjolan pada tempat penyuntikan menandakan mantoux tes telah diberikan dengan tepat.
7.
Buang semua peralatan yang kotor kedalam wadah yang sesuai
Pembuangan alat kotor yang baik mengurangi tranmisi mikroorganisme
8.
Lepaskan sarungtangan dan cuci tangan anda
Mengurangi transmisi mikroorganisme.
9.
Instruksikan pasien untuk kembali dalam 48 sampai 72 jam guna evaluasi hasil
Hasil maksimal akan teramati selama interval waktu ini.
10.
Setelah 48 sampai 72 jam, ukur indurasi yang terbentuk pada tempat tusukan penyuntikan
Indurasi dengan diameter 10 mm atau lebih menandakan hasil positif
11.
Jelaskan hasilnya pada pasien
Penjelasan membuat pasien terus terinformasi tentang status kesehatannya dan memungkinkan pasien untuk ikit serta secara aktif dalam perawatannya
12.
Jika tes menunjukan hasil positif buat rujukan untuk skrining atau pengobatan lebih lanjut.
Tes positif menandakan pasien telah terpajan terhadap tuberculosis dan diperlukan evaluasi lebih lanjut
13.
Catat mantoux tes dan hasilnya pada catatan pasien
Mengkomunikasikan temuan pada anggota tim perawatan lain dan menunjang sebagai catatan legal.

Contoh pendokumentasian prosedur
Tanggal
Waktu
Catatan
20/06/2012
08.00
PPD 0,1 ml, diberikan intradermal pada lengan kanan bawah. Tidak ada riwayat tes TB positif atau vaksinasi BCG.
23/06/2012
08.00
Tampak indurasi 15 mm pada tempat mantoux tes. Pasien dirujuk ke rumahsakit untuk evaluasi lebih lanjut

kemanGi

kemanGi
teRhalNg

Sahabat Blog