iklan

loading...

Tuesday, December 11, 2012

FUNGSI GINJAL MANUSIA

Fungsi ginjal pada manusia

  1. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, antara lain :
    urea, asam urat, amoniak, creatinin
    garam anorganik
    bacteri dan juga obat-obatan
  2. Mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah
  3. Membantu keseimbangan air dalam tubuh, yaitu mem-pertahankan tekanan osmotik ektraseluler
  4. Mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseim-bangan asam basa darah.
  5. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Fungsi ginjal yang utama: ekskresi

Ginjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa, walaupun kecil organ ini menyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah/limbah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Setiap harinya fungsi ginjal akan memproses sekitar 200 liter darah untuk menyaring atau menghasilkan sekitar 2 liter limbah dan ekstra cairan yang berlebih dalam bentuk urin, yang mengalir ke kandung kemih melalui saluran yang dikenal sebagai ureter. Urin akan disimpan di dalam kandung kemih ini sebelum dikeluarkan pada saat berkemih (buang air kecil).
Intake makanan sebagai energi dan untuk perbaikan jaringan akan disaring dan molekul yang tidak terpakai seperti toksin (racun) akan dikeluarkan oleh ginjal. Jika fungsi ginjal terganggu maka kemampuan menyaring zat sisa ini dapat terganggu pula dan terjadi penumpukan dalam darah sehingga dapat menimbulkan berbagai manifestasi gangguan terhadap tubuh.

. Penyerapan kembali (reabsorbsi)

Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.

Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.

Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.

Reabsorpsi Natrium, Fosfor, Glukosa, pada Ginjal

Reabsorpsi Natrium
Reabsorsi Natrium unik dan kompleks.Natrium (Na+) direabsorpsi sepanjang tubulus. Reabsorpsi natrium berperanpenting dalam segmen-segmen yang berbeda. Reabsorpsi natrium pada segmentubulus proksimal berperan dalam mereabsoprsi glukosa, asam amino, H2O dan Cl-serta urea. Reabsorpsi natrium dari pars asendens dari lengkung Henle,bersamaan dengan reabsorpsi Cl-, berperan dalam kemampuan ginjal dalammemproduksi urin yang bervariasi konsentrasi dan volumenya. Reabsorpsi natriumdalam tubulus contortus distal dan duktus kolligentes berperan dalam mengontrolvolume ECF.
Natrium direabsorpsi sepanjang tubulusdengan pengecualian pars desendens dari lengkung Henle. Sepanjang segmen yangmereabospsi Natrium, terjadi reabsorpsi Natrium aktif yang melibatkan karierNa+-K+ ATPase yang terletak dalam membrane basolateral sel tubular. ReabsorpsiNatrium menyediakan energi untuk melakukan reabsorpsi substansi lain. KanalNatrium pada lumen dan/atau karier transport yang membiarkan pergerakan dari Natriumdari lumen menuju ke dalam sel bervariasi tiap tubulus, tapi pergerakan Natriummenyebarangi membrane lumen selalu secara pasif. 
Misalnya pada tubulus contortus proksimal(TCP), Natrium menyebrangi dinding lumen lewat karier kotranspor yang secara bersamaanmembawa Natrium dan nutrient organik seperti glukosa ke dalam sel. Pada duktuskolligentes, Natrium menyebrangi dinding lumen lewat kanal Natrium. KetikaNatrium masuk ke dalam sel melewati dinding lumen, ia direabsorpsi ke ruanglateral (cairan interstisial) oleh pompa Natrium-Kalium. Natrium kemudian berdifusisearah dengan gradient konsentrasi dari konsentrasi tinggi ke cairaninterstisial hingga akhirnya menuju ke kapiler darah.

Regulasi Reabsorpsi Na+
Pada tubulus proksimal dan lengkung Henle,sejumlah Na direabsorpsi tanpa memandang muatan Na+ atau dikenal sebagai Na+Load (jumlah total Na+ di dalam cairan tubuh, bukan kosentrasinya). Pada bagiandistal, reabsorpsinya di bawah kendali hormonal, sehingga tidak terlalu banyakNa yang tereabsorpsi maupun hilang di urin.
Na+ Load pada tubuh berdasarkan darivolume ECF (Extracelullar Fluid—Cairan Ekstraseluler). Jika Na+ load di atasnormal dan osmotik dari ECF meningkat, kelebihan Na+ akan menahan kelebihan H2Osehingga volume ECF bertambah. Sebaliknya ketika Na+ load di bawah normal,sehingga mengurangi aktivitas osmotik ECF, H2O lebih sedikit yang berada padaECF sehingga volume ECF berkurang. Hal ini berkaitan dengan tekanan darah.Untuk itu, perlu adanya mekanisme yang mengaturnya.  
3. Augmentasi


Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.

Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.

Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.



Struktur Ginjal dan Fungsinya :

a. Struktur Makro :

1) Jaringan ikat pembungkus menyelubungi ginjal, terdiri dari:
1. Fasia renal merupakan pembungkus terluar yang mempertahankan posisi organ.
2. Lemak perirenal adalah jaringan adiposa yang terbungkus fasia ginjal. Jaringan ini membantali ginjal dan mempertahankan ginjal tetap pada posisinya.
3. Kapsul fibrosa adalah membran halus transparan yang langsung membungkus ginjal dan dapat dengan mudah dilepas.
2) Hilus adalah tingkat cekungan tepi ginjal.
3) Sinus ginjal adalah rongga berisi lemak yang membuka pada hilus. Sinus ini membentuk perlekatan untuk jalan masuk dan keluar ureter, vena, arteri renalis, saraf, dan limfatik.
4) Pelvis ginjal adalah perluasan ujung proksimal ureter. Ujung ini berlanjut menjadi dua sampai tiga kaliks mayor, yaitu rongga yang mencapai glandular, bagian penghasil urin pada ginjal. Setiap kaliks mayor bercabang menjadi beberapa (8 sampai 18) kaliks minor.
5) Parenkim ginjal adalah jaringan ginjal yang menyelubungi struktur sinus ginjal. Jaringan ini terbagi menjadi medula dalam dan korteks luar.
1. Medula terdiri dari massa-massa triangular yang disebut piramida ginjal. Ujung yang sempit dari tiap piramida, papila, masuk dengan pas dalam kaliks minor dan ditembus oleh mulut duktus pengumpul urin.
2. Korteks tersusun dari tubulus dan pembuluh darah nefron yang merupakan unit struktural dan fungsional ginjal. Korteks terletak di dalam di antara piramida-piramida medula yang bersebelahan untuk membentuk kolumna ginjal yang terdiri dari tubulus-tubulus pengumpul yang mengalir ke dalam duktus pengumpul.
Ø Ginjal terbagi-bagi lagi menjadi lobus ginjal. Setiap lobus terdiri dari satu piramida ginjal, kolumna yang saling berlekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya.
b. Struktur Mikro
Satu ginjal mengandung 1 sampai 4 juta nefron yang merupakan unit pembentuk urin. Setiap nefron memiliki satu komponen vaskular (piler) dan satu komponen tubular.
Ø Glomerulus adalah gulungan kapiler yang dikelilingi kapsul epitel berdinding ganda yang disebut kapsula Bowman. Glomerulus dan kapsula Bowman bersama-sama membentuk sebuah korpuskel ginjal.
a. Lapisan viseral kapsula Bowman adalah lapisan internal epitelium. Sel-sel lapisan viseral dimodifikasi menjadi podosit (sel-sel seperti “kaki”) yaitu sel-sel epitel khusus di sekitar kapiler glomerular.
§ Setiap sel podosit melekat pada permukaan luar kapiler glomerular melalui beberapa prosesus primer panjang yang mengandung prosesus sekunder yang disebut prosesus kaki atau pedikel (“kaki kecil”).
§ Pedikel berinterdigitasi (saling mengunci) dengan prosesus yang sama dari podosit tetangga. Ruang sempit antar pedikel-pedikel yang berinterdigitasi disebut filtration slits (pori-pori dan celah) yang lebarnya sekitar 25 nm. Setiap pori dilapisi selapis membran tipis yang memungkinkan aliran beberapa molekul dan menahan aliran molekul lainnya.
§ Barier filtrasi glomerular adalah barier jaringan yang memisahkan darah dalam kapiler glomerular dari ruang dalam kapsula Bowman. Barier ini terdiri dari endotelium kapiler, membran dasar (lamina basalis) kapiler, dan filtration slit.
b. Lapisan parietal kapsula Bowman membentuk tepi luar korpuskel ginjal.
§ Pada kutub vaskular korpuskel ginjal, arteriola aferen masuk ke glomerulus dan arteriola eferen keluar dari glomerulus.
§ Pada kutub urinarius korpuskel ginjal, glomerulus memfiltrasi aliran yang masuk ke tubulus kontortus proksimal.
Ø Tubulus kontortus proksimal, panjangnya mencapai 15 mm dan sangat berliku. Pada permukaan yang menghadap lumen tubulus ini terdapat sel-sel epitel kuboid yang kaya akan mikrovilus (brush border) dan memperluas area permukaan lumen.
Ø Ansa Henle. Tubulus kontortus proksimal mengarah ke tungkai desenden ansa Henle yang masuk ke dalam medula, membentuk lengkungan jepit yang tajam (lekukan) dan membalik ke atas membentuk tungkai asenden ansa Henle.
a. Nefron korteks terletak di bagiam terluar korteks. Nefron ini memiliki lekukan pendek yang memanjang ke sepertiga bagian atas medula.
b. Nefron juktamedular terletak di dekat medulla. Nefron ini memiliki lekukan panjang yang menjulur ke dalam piramida medula.
Ø Tubulus kontortus distal juga sangat berliku, panjangnya sekitar 5 mm dan membentuk segmen terakhir nefron.
a. Di sepanjang jalurnya, tubulus ini bersentuhan dengan dinding arterio aferen. Bagian tubulus yang bersentuhan dengan arteriol mengandung sel-sel termodifikasi yang disebut macula densa. Macula densa berfungsi sebagai suatu kemoreseptor dan distimulasi oleh penurunan ion natrium.
b. Dinding arteriol aferen yang bersebelahan dengan macula densa mengandung sel-sel otot polos termodifikasi yang disebut sel juktaglomerular. Sel ini distimulasi melalui penurunan tekanan darah untuk memproduksi rennin.
c. Macula densa, sel juktaglomerular, dan sel mesangium saling bekerja sama untuk membentuk aparatus juktaglomerular yang penting dalam pengaturan tekanan darah.
Ø Tubulus dan duktus pengumpul. Karena setiap tubulus pengumpul berdesenden di korteks, maka tubulus tersebut akan mengalir ke sejumlah tubulus kontortus distal. Tubulus pengumpul membentuk duktus pengumpul besar yang lurus. Duktus pengumpul membentuk tuba yang lebih besar yang mengalirkan urin ke dalam kaliks minor. Kaliks minor bermuara ke dalam pelvis ginjal melalui kaliks mayor. Dari pelvis ginjal, urin dialirkan ke ureter yang mengarah ke kandung kemih (vesika urinaria).

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH