iklan

loading...

Tuesday, October 30, 2012

hormon erittropoietin

hormon eritropoietin

Eritropoietin adalah hormon glikoprotein yang mengontrol proseseritropoiesis atau produksi sel darah merah. Hormon ini dihasilkan oleh oleh ginjal terutama fibroblast peritubular korteks ginjal, memiliki berat molekul34.000. Pada orang normal 80-90% eritropoietin di bentuk di ginjal, sisanyadiproduksi di luar ginjal (hati dan sebagainya). Eritropoietin adalah hormon glikoprotein yang merupakan stimulan bagi eritropoiesis, sebuah lintasan metabolisme yang menghasilkan eritrosit

Bila seseorang mengalami perdarahan atau dalam keadaan hipoksia, sintesis hemoglobin meningkat dan produksi serta pelepasan sel darah merahdari sumsum tulang meningkat. Untuk pembentukan sel darah merah diperlukanzat eritropoietin.

Eritropoietin dibentuk dari proeritropoietin, yang mungkin dibuat dalamhati, dengan adanya aksi dari substansi yang disekresi ginjal. Faktor ginjal inidisebut sebagai faktor eritropoietik ginjal (kidney erythropoietic factor) atau eritrogenin. Produksi faktor eritropoietik ginjal ini meningkat pada suasana hipoksia, kobalt dan androgen, sedangkan sekresinya diperantarai oleh keadaan alkalosis. Seperti halnya renin, sekresi faktor eritropoietik ginjal meningkat dengan adanya katekolamin melalui mekanisme
beta adrenergic
Aksi faktor eritropoietik ginjal pada globulin plasma tampaknya berhubungan secaraenzimatik, seperti yang terjadi pada renin. Tempat utama inaktivasi eritropoietik adalah hati dan memiliki waktu paruh di sirkulasi sekitar 5 jam.

Jika kedua ginjal diangkat atau rusak oleh penyakit maka orang tersebutakan sangat anemik karena 10-20% eritropoietin normal dibentuk oleh jaringanlain (terutama di hati) hanya setengah dari kebutuhan tubuh. Jika tidak adaeritropoietin secara komplit maka hanya sedikit sel darah merah yang dibentukoleh sumsum tulang.

Peran eritropoietin Dalam sumsum tulang, hormon ini mempengaruhi sel stem yang peka eritropoietin dan mengubahnya menjadi pronormoblas pembuat hemoglobin.Pengendalian produksi eritrosit tampaknya melibatkan suatu system umpanbalik antara ginjal dan sumsum tulang, yang diperantarai oleh oksigen yangterikat pada eritrosit dan pada arah yang lain oleh eritropoietin. Produksi eritrositdipengaruhi pula oleh factor-faktor selain eritropoietin, terbukti dari eritropoiesislambat namun konstan pada paien-pasien yang mendapat transfuse darah atauanefrik. Kecepatan sekresi eritropoietin yang tinggi secara tak wajar menimbulkan polisitemia, ditemukan pada persentase kecil pasien-pasienneoplasma ginjal;, penyakit ginjal ksitik, dan hidronefrosis.

demikian penjelasan singkat tentang hormon erittropoetin

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH