iklan

loading...

Sunday, July 15, 2012

Anatomi Hepar

anatomi hepar
Hati (hepar) merupakan pusat metabolisme tubuh yang menempati sebagian besar kuadran kanan atas abdomen (hypogastrica dekstra dan sebagian epigastrica). Batas atas hati berada sejajar dengan ruang interkostal V kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga IX kanan ke iga VIII kiri. Permukaan posterior hati berbentuk cekung dan terdapat celah transversal sepanjang 5 cm dari sistem porta hepatis. Omentum minor terdapat mulai dari sistem porta yang mengandung arteri hepatika, vena porta dan duktus koledokus. Sistem porta terletak di depan vena kava dan di balik kandung empedu. Unit fungsional dasar hati adalah lobulus hati, yang berbentuk silindris dengan panjang beberapa milimeter dan berdiameter 0,8 sampai 2 milimeter. Hati manusia berisi 50.000 sampai 100.000 lobulus. Setiap lobuli hepar disusun oleh vena sentralis, sel parenkim hepar, hepatosit, kapiler empedu, dan sinusoid. Pada bagian perifer tertentu, lobuli dipisahkan oleh jaringan ikat yang mengandung duktus biliaris, pembuluh limfe, saraf, dan pembuluh darah. Daerah ini dinamakan kanalis porta (celah porta). Kanalis porta mengandung jaringan pengikat yang di dalamnya terdapat trigonum kiernann yang terdiri dari: cabang-cabang vena porta, cabang-cabang arteri hepatica, duktus biliferus, pembuluh limfe, dan saraf (Dorland, 2006; Guyton, 1998; Junqueira, 2007; Snell, 2006). Hepar merupakan kelenjar eksokrim terbesar yang memiliki fungsi untuk menghasilkan empedu, serta juga memiliki fungsi endokrin. Secara garis besar, hepar dibagi menjadi 2 lobus, dextra (kanan-besar) dan sinistra (kiri-kecil), hepar dilapisi oleh kapsula fibrosa yang disebut Capsula Glisson. Secara holotopi, hepar terletak di regio hypochondrium dextra, regio epigastrium, dan regio hypochondrium sinistra. Secara skeletopi, hepar terletak setinggi costa V pada linea medioclavicularis dextra, setinggi spatium intercosta V di linea medioclavicularis sinistra, di mana bagian caudal dextra (bawah kanan)-nya mengikuti arcus costarum (costa IX - VIII) dan bagian caudal sinistra (bawah kiri)-nya mengikuti arcus costarum (costa VIII - VII). Secara syntopi, hepar berbatasan dengan diaphragma (facies diaphragmatica hepatis) dan berbatasan dengan organ-organ lain seperti gaster, pars superior duodeni, glandula suprarenalis dexter, sebagian colon transversum, flexura coli dextra, vesica fellea, oesophagus, dan vena cava inferior (facies visceralis hepatis).

Anatomi hepar

Hepar terbagi menjadi 2 lobus yaitu lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra oleh incisura umbilikalis, ligamentum falciforme hepatis, dan fossa sagittalis sinistra.
Pada lobus hepatis dextra, terdapat fossa sagittalis sinistra, fossa sagittalis dextra, dan porta hepatis. Fossa sagittalis sinistra hepatis terdiri dari fossa ductus venosi dan fossa venae umbilicalis. Fossa sagittalis dextra terdiri dari fossa vesicae fellea dan fossa venae cavae. Porta hepatis membentuk lobus quadratus hepatis dan lobus caudatus hepatis.
Lobus Quadratus Hepatis memiliki batas anterior pada margo anterior hepatis, batas dorsal pada porta hepatis, batas dextra pada fossa vesicae fellea, dan batas sinistra pada venae umbilicalis. Pada lobus quadratus hepatis ini, terdapat cekungan yang disebut impressio duodeni lobi quadrati.
Lobus Caudatus Hepatis (Spigeli) memiliki batas ventro-caudal pada porta hepatis, batas dextra pada fossa venae cavae, dan batas sinistra pada fossa ductus venosi. Pada lobus caudatus hepatis ini terdapat tonjolan yaitu processus caudatus dan processus papillaris.
Lobus Hepatis Sinistra adalah lobus hepar yang berada di sebelah kiri ligamentum falciforme hepatis. Lobus ini lebih kecil dan pipih jika dibandingkan dengan lobus hepatis dextra. Letaknya adalah di regio epigastrium dan sedikit pada regio hyochondrium sinistra. Pada lobus ini, terdapat impressio gastrica, tuber omentale, dan appendix fibrosa hepatis.
Sekarang, kita akan membahas sedikit tentang facies hepatis. Facies hepatis terdiri dari facies diaphragmatica dan facies visceralis hepatis. Facies diaphragmatica (sisi yang berhadapan dengan diaphragma) pada facies anteriornya (sisi depan facies diaphragmatica) terdiri dari margo anterior hepatis dan perlekatan ligamentum falciforme hepatis, sedangkan pada facies superiornya (sisi atas facies diaphragmatica) terdapat impressio cardiaca dan pars affixa hepatis (bare area).




Facies visceralis hepatis (sisi yang menghadap organ intraperitoneal) memiliki facies posterior yang pada facies itu terdapat pars affixa hepatis, fossa vena cavae, impressio suprarenalis, ligamentum hepatogastricum, impressio oesophagea. Pada facies inferiornya terdapat impressio colica, impressio renalis, impressio duodenalis, fossa vesicae felleae, dan fossa venae umbilicalis.
Porta hepatis terdiri dari vena porta, ductus cysticus, ductus hepaticus, dan ductus choledochus, arteri hepatica propria dextra dan arteri hepatica sinistra, serta nervus dan pembuluh lymphe.
Ligamenta hepatis terdiri dari:
  1. Ligamentum falciforme hepatis
  2. Omentum minus
  3. Ligamentum coronarium hepatis
  4. Ligamentum triangulare hepatis
  5. Ligamentum teres hepatis
  6. Ligamentum venosum Arantii
  7. Ligamentum hepatorenale
  8. Ligamentum hepatocolicum

Ligamentum falciforme hepatis merupakan reflexi peritoneum parietale yang terdiri dari 2 lembaran (lamina dextra dan lamina sinistra) serta membentuk lamina anterior ligamentum coronarii hepatis sinistrum dan dextrum. Pada tepi inferior ligamentum ini terdapat ligamentum teres hepatis dan vena para umbilicalis.
Omentum minus membentang dari curvatura ventriculi minor dan pars superior duodeni menuju ke fossa ductus venosi dan porta hepatis. Ligamentum gastrohepatica dan ligamentum hepatoduodenale merupakan bagian dari omentum minus ini.
Fiksasi hepar dilakukan oleh vena hepatica, desakan negatif (tarikan) cavum thoracis, desakan positif (dorongan) cavum abdominis, dan oleh ligamenta yang telah disebutkan sebelumnya, diantaranya:
  1. Lig.falciforme hepatis
  2. Omentum minus
  3. Lig.Triangulare hepatis
  4. Lig.coronarium hepatis
  5. Lig.Teres hepatis
  6. Lig.venosum Arantii

Vascularisasi hepar oleh:
  1. Circulasi portal
  2. A. Hepatica communis
  3. Vena portae hepatis
  4. Vena hepatica

Arteri hepatica communis berasal dari a.coeliaca. Arteri ini melewati lig. hepatoduodenale (bersama ductus choledochus, v.portae, pembuluh lymphe dan serabut saraf) dan bercabang menjadi a. hepatica propria dextra dan a.hepatica propria sinistra.
Vena portae hepatis dibentuk oleh v. mesenterica superior dan v.lienalis. Vena ini berjalan melewati lig. hepatoduodenale, bercabang menjadi ramus dexter dan ramus sinister.
Innervasi hepar oleh:
  1. Nn. Splanchnici (simpatis)
  2. N. Vagus dexter et sinister (chorda anterior dan chorda posterior), dan
  3. N. Phrenicus dexter (viscero-afferent)

Apparatus excretorius hepatis (oleh karena hepar sebenarnya adalah suatu kelenjar raksasa) adalah:
  1. Vessica fellea
  2. Ductus cysticus
  3. Ductus hepaticus, dan
  4. Ductus choledochus


----*


Histologi Hepar
Secara mikroskopik terdiri dari Capsula Glisson dan lobulus hepar. Lobulus hepar dibagi-bagi menjadi:
  • Lobulus klasik
  • Lobulus portal
  • Asinus hepar

Lobulus-lobulus itu terdiri dari Sel hepatosit dan sinusoid. Sinusoid memiliki sel endotelial yang terdiri dari sel endotelial, sel kupffer, dan sel fat storing.
Mari kita bahas satu per satu:
Lobulus hepar:
Lobulus klasik:
  • Berbentuk prisma dengan 6 sudut.
  • Dibentuk oleh sel hepar yang tersusun radier disertai sinusoid.
  • Pusat lobulus ini adalah v.Sentralis
  • Sudut lobulus ini adalah portal area (segitiga kiernann), yang pada segitiga/trigonum kiernan ini ditemukan:
    • Cabang a. hepatica
    • Cabang v. porta
    • Cabang duktus biliaris
    • Kapiler lymphe

Lobulus portal:
  • Diusulkan oleh Mall cs (lobulus ini disebut juga lobulus Mall cs)
  • Berbentuk segitiga
  • Pusat lobulus ini adalah trigonum Kiernann
  • Sudut lobulus ini adalah v. sentralis

Asinus hepar:
  • Diusulkan oleh Rappaport cs (lobulus ini disebut juga lobulus rappaport cs)
  • Berbentuk rhomboid
  • Terbagi menjadi 3 area
  • Pusat lobulus ini adalah sepanjang portal area
  • Sudut lobulus ini adalah v. sentralis
Ilustrasinya:

Sekarang kita bahas tentang sel hepatosit dan sinusoid:
Mikroskopi sel hepatosit:
  • Berbentuk kuboid
  • Tersusun radier
  • Inti sel bulat dan letaknya sentral
  • Sitoplasma:
    • Mengandung eosinofil
    • Mitokondria banyak
    • Retikulum Endoplasma kasar dan banyak
    • Apparatus Golgi bertumpuk-tumpuk
  • Batas sel hepatosit :
    • Berbatasan dengan kanalikuli bilaris
    • Berbatasan dengan ruang sinusoid
    • Berbatasan antara sel hepatosit lainnya

Mikroskopi sinusoid:
  • Ruangan yang berbentuk irregular
  • Ukurannya lebih besar dari kapiler
  • Mempunyai dinding seluler yaitu kapiler yang diskontinu
  • Dinding sinusoid dibentuk oleh sel hepatosit dan sel endotelial
  • Ruang Disse (perivascular space) merupakan ruangan antara dinding sinusoid dengan sel parenkim hati, yang fungsinya sebagai tempat aliran lymphe

Sekarang kita bahas tentang sel endothelial pada sinusoid:
  • Sel endothelial:
    • Berbentuk gepeng
    • Paling banyak
    • Sifat fagositosisnya tidak jelas
    • Letaknya tersebar
  • Sel Kupffer:
    • Berbentuk bintang (sel stellata)
    • Inti sel lebih menonjol
    • Terletak pada bagian dalam sinusoid
    • Bersifat makrofag
    • Tergolong pada RES (reticuloendothelial system)
    • Sitoplasma Lisozim banyak dan apparatus golgi berkembang baik
  • Sel Fat Storing: 
    • Disebut juga Sel Intertitiel oleh Satsuki
    • Disebut juga Liposit oleh Bronfenmeyer
    • Disebut juga Sel Stelata oleh Wake
    • Terletak perisinusoid
    • Mampu menyimpan lemak
    • Fungsinya tidak diketahui

Sistem duktuli hati (sistem saluran empedu), terdiri dari:
  • kanalikuli biliaris
    • cabang terkecil sistem duktus intrahepatik
    • letak intralobuler diantara sel hepatosit
    • dibentuk oleh sel hepatosit
    • pada permukaan sel terdapat mikrovili pendek
  • kanal hering

Termasuk apparatus excretorius hepatis: Vesica fellea:
Gambaran mikroskopisnya:
  • Tunica mucosa-nya terdiri dari epitel selapis kolumnair tinggi
    • Lamina propria-nya memiliki banyak pembuluh darah, kelenjar mukosanya tersebar, dan jaringan ikat jarang
    • Tidak ada muscularis mucosa
  • Tunica muscularis terdiri dari lapisan otot polos tipis
  • Tunica serosa: 
    • merupakan jaringan ikat berisi pembuluh darah dan lymphe
    • permukaan luar dilapisi peritoneum 

sinus rockitansky aschoff 
Merupakan sinus yang terbentuk karena invaginasi epitel permukaan yang menembus ke lapisan otot dan sampai ke lapisan jaringan ikat perimuskuler.
 

Fisiologi Hepar :
1. Pembentukan dan ekskresi empedu (metabolisme garam empedu dan pigmen empedu)
Garam empedu penting untuk pencernaan dan absorbs lemak serta vitaminlarut lemak dalam usus, bilirubin (pigemen mpempedu utama) merupakanhasil akhir metabolism pemecahan eritrocyt yang sudah tua, proseskonjugasi berlangsung dalam hati dan diekskresi kedalam empedu2.

2. Metabolidme karbohidrat (glikogenesis glikogenolisis, glukoneogenesis)dan metabolism protein, serta sintesis protein, hati berperan penting dalam mengatur kadar glukosa darah normal menyediakan energy untuk tubuh. Karbohidrat disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen. Protein serumyang disentesis oleh hati adalah albumin serta globulin alfa dan beta(gamma globulin tidak). Faktor pembekuan darah yang disentesis oleh hatiadalah fibrinogen (1), protrombin (II), dan factor V, VII, IX, dan X,sedangkan vitamin k merupakan kofaktor yang penting dalam sintesissemua factor ini kecuali factor V3.


3. Pembentkan urea, penyimpanan protein (asam amino), metabolism lemak,ketogenesis, sintesis kolesterol,dan penimbunan lemak. Urea dibentuk semata-mata dalam hati dari amoniak (NH3

) yang kemudian diekskresidalam feses , NHdibentuk dari deaminasi asam amino dan kerja bakteriusus terhadap asam amino. Hidrolisisi trigleserida, kolesterol,fosfolipid,dan lipoprotein (diabsorbsi dari usus) menjadi asam lemak dan gliserol,hati memgang peranan utama dalam sintesis kolesterol, sebagian besar diekskresi dalam empedu sebagai kolesterol dan asam kolat4.

4. Penimbunan vitamin dan mineral. Vitamin larut lemak A D E K disimpandalam hati juga vitamin B 12 tembaga dan besi5.

5. Metabolism steroid. Hati menginaktifkan dan menyekresi aldosteronglukokortikoid, ekstrogen, progresteron dan testoteron.6.

6. Detoksifikasi, hati bertanggung jawab atas biotransformasi zat-zat berbahaya (obat) menjadi zat-zat yang tidak berbahaya yang kemidiandiekskresi oelh ginjal7.

7. Gudang darah dan filtrasi. Sinusoid hati merupakan depot darah yangnmengalir kermbali dari vena cava (gagal jantung kanan ), kerja fagositik sel kuffer membuangn bakteri dan debris dari darah

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH