iklan

loading...

Monday, June 18, 2012

RJP (RESUSITASI JANTUNG PARU)


RJP (RESUSITASI JANTUNG PARU)
RJP
A.   PENGERTIAN
  Resusitasi jantung paru-paru atau CPR adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu. CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali. CPR sangat dibutuhkan bagi orang tenggelam, terkena serangan jantung, sesak napas karena syok akibat kecelakaan, terjatuh, dan sebagainya.
   Namun yang perlu diperhatikan khusus untuk korban pingsan karena kecelakaan, tidak boleh langsung dipindahkan karena dikhawatirkan ada tulang yang patah. Biarkan di tempatnya sampai petugas medis datang. Berbeda dengan korban orang tenggelam dan serangan jantung yang harus segera dilakukan CPR.
Prosedur kedaruratan dasar untuk hidup terdiri dari pernafasan dan masase jantung eksternal manual

B.   TUJUAN
1.      Memperbaiki jalan nafas
2.      Memperbaiki pernafasan
3.      Memperbaiki sirkulasi

C.    PERSIAPAN ALAT
1.      Jalan nafas oral bila langsung tersedia
2.      Unit tas pernafasan manual (AMBU) bila langsung tersedia
3.      Masker jantung RJP, bila ada
4.      Papan kompresi dada, bila ada
5.      Kartu resusitasi, bila ada
6.      Pelindung wajah, bila ada

D.   PELAKSANAN TINDAKAN
1.      Tentukan apakah individu tidak sadar dengan menggoncang tubuhnya atau berteriak : “Anda baik- baik saja”
2.      Tentukan adanya pernafasan dan nadi karotis
3.      Minta bantuan, cari bantuan dari orang yang lewat, minta perawat tambahan. Tujuan perawatan : memperbaiki jalan nafas, pernafasan, sirkulasi
4.      Baringkan korban pada permukaan yang keras seperti lantai, tanah atau papan
5.      Tempatkan diri anda pada posisi yang benar dan nyaman :
Penolong 2 orang : satu orang menghadap korban, berlutut sejajar pada kepala korban.
Orang kedua pindah ke sisi yang berlawanan dan menhadap korban, berlutut sejajar pada sternum korban
6.      Memulihkan jalan nafas terbuka :
a.      Dongakan dahi – angkat dagu (lihat gambar) : tinggikan dagu dengan satu tangan dan berikan tekanan ke bawah pada dahi sampai gigi hampir bersentuhan tetapi mulut masih terbuka
b.      Manuver rahang (lihat gambar) dapat digunakan oleh professional kesehatan tetapi tidak dianjurkan untuk masyarakat umum. Raih sudut rahang bawah korban dan angkat dengan kedua tangan, memindahkan mandibula ke depan sambil mengangkat kepala ke belakang
7.      Bila tersedia, pasang jalan nafas oral
8.      Berikan pernafasan buatan :
a.      Mouth-to-mouth
·        Dewasa : pencet hidung korban dan tutup mulut korban dengan mulut perawat
·        Tiupkan 2 nafas penuh ke dalam mulut korban (tiap nafas harus berlangsung 1,5 sampai 2.0 detik : biarakan korban menghembuskan nafas antara pernafasan. Lanjutkan berikan 10 sampai 12 nafas per menit
b.      AMBU
Untuk dewasa dan anak- anak : untuk kantung resusitasi AMBU gunakan ukuran masker yang tepat dan pasang di bawah dagu, ke atas dagu, menutupi mulut dan hidung korban (lihat gambar)
9.      Observasi naik dan turunnya dinding dada pada setiap pernafasan, bila paru- paru tidak mengembang reposisi kepala dan leher untuk melihat obstruksi jalan naas, peiksa guna mencari sumbangan jalan nafas yang dapat terlihat, seperti muntahan
10.  Hisap secret bila perlu atau putar kepala koban ke satu sisi
11.  Kaji ulang terhadap terabanya nadi karotis (dewasa)
12.  Bila nadi tak teraba, lakukan kompresi dada :
a.      Tentukan posisi tngan yang benar : tempatkan tangan 1- 2 cm di atas processus xipodeus. Pertahankan tangan sejajar dada dan jari di atas dada. Jari- jari saling mengunci. Luruskan lengan dan kunci siku- siku. Pertahankan lengan lurus dan bahu tepat di atas sternum korban
b.      Tekan sternum sampai kedalaman yang sesuai dari bahu. Jangan mengguncang, namun pindahkan berat badan secara vertical dan kemudian melepaskan 4- 5 cm (lihat gambar)
c.       Pertahankan ketepatan frekuensi kompresi : 80/menit (hitungan satu 1000, dua 1000)
d.      Lanjutkan ventilasi mouth to mouth atau AMBU : 5 detik (12/menit)
13.  Palpasi nadi karotis pada tiap kompresi dada eksternal selama menit pertama penuh. Bila nadi karotis tidak teraba, kompresi tidak cukup kuat atau posisi tangan tidak tepat
14.  Lanjutkan RJP sampai teratasi atau sampai korban teraba kembali nadinya dan bernafas spontan

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH