iklan

loading...

Monday, June 18, 2012

Kelebihan Volume Cairan

Kelebihan volume cairan sering terjadi pada pasien yang mengalami gagal ginjal yang akhirnya akan menyebabkan edema paru ataupun edema anasarka. penatalaksanaan kelebihan volume cairan menurut Nanda adalah sebagai berikut.
edema ekstermitas bawah
Definisi : Retensi cairan isotomik meningkat

Batasan karakteristik :
- Berat badan meningkat pada waktu yang singkat
- Asupan berlebihan dibanding output
- Tekanan darah berubah, tekanan arteri pulmonalis berubah, peningkatan CVP
- Distensi vena jugularis
- Perubahan pada pola nafas, dyspnoe/sesak nafas, orthopnoe, suara nafas abnormal (Rales atau crakles), kongestikemacetan paru, pleural effusion
- Hb dan hematokrit menurun, perubahan elektrolit, khususnya perubahan berat jenis
- Suara jantung SIII
- Reflek hepatojugular positif
- Oliguria, azotemia
- Perubahan position mental, kegelisahan, kecemasan

Faktor-faktor yang berhubungan :
- Mekanisme pengaturan melemah
- Asupan cairan berlebihan
- Asupan natrium berlebihan

NOC Label :

- Electrolit and acid base balance

- Fluid balance

- Hydration

Kriteria Hasil:

- Terbebas dari edema, efusi, anaskara

- Bunyi nafas bersih, tidak ada dyspneu/ortopneu

- Terbebas dari distensi vena jugularis, reflek hepatojugular (+)

- Memelihara tekanan vena sentral, tekanan kapiler paru, output jantung dan vital sign dalam batas normal

- Terbebas dari kelelahan, kecemasan atau kebingungan

- Menjelaskan indikator kelebihan cairan

NIC :

Fluid management
Timbang popok/pembalut jika diperlukan
Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
Pasang urin kateter jika diperlukan
Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin )
Monitor position hemodinamik termasuk CVP, MAP, PAP, dan PCWP
Monitor vital sign
Monitor indikasi retensi / kelebihan cairan (cracles, CVP , edema, distensi vena leher, asites)
Kaji lokasi dan luas edema
Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori harian
Monitor position nutrisi
Berikan diuretik sesuai interuksi
Batasi masukan cairan pada keadaan hiponatrermi dilusi dengan serum Na < 130 mEq/l
Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul memburuk

Fluid Monitoring
Tentukan riwayat jumlah dan tipe intake cairan dan eliminaSi
Tentukan kemungkinan faktor resiko dari ketidak seimbangan cairan (Hipertermia, terapi diuretik, kelainan renal, gagal jantung, diaporesis, disfungsi hati, dll )
Monitor berat badan
Monitor serum dan elektrolit urine
Monitor serum dan osmilalitas urine
Monitor BP, HR, dan RR
Monitor tekanan darah orthostatik dan perubahan irama jantung
Monitor parameter hemodinamik infasif
Catat secara akutar intake dan output
Monitor adanya distensi leher, rinchi, eodem perifer dan penambahan BB
Beri obat yang dapat meningkatkan output urin
Monitor tanda dan gejala dari odema

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH