iklan

loading...

Tuesday, June 12, 2012

ETIKA ABORSI

Etika Dalam Melakukan Aborsi

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Abortus merupakan suatu masalah kontroversi yang sudah ada sejak sejarah di tulis orang. Kontroversi karena di satu pihak abortus ada di masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya jamu dan obat-obat peluntur serta dukun pijat untuk mereka yang terlambat bulan. Di pihak lain abortus tidak dibenarkan oleh agama. Bahkan dicaci, dimaki dan dikutuk sebagai perbuatan tidak bermoral. Pembicaraan tentang abortus dianggap tabu. Sulit ditemukan seorang wanita yang secara sukarela mengaku bahwa ia pernah diabortus, karena malu. Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil, yang dilaporkan dapat hidup di luar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi karena jarangnya janin yang dilahirkan dengan berat badan di bawah 500 gram dapat hidup terus, maka abortus dianggap sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Abortus dapat berlangsung spontan secara alamiah atau buatan. Abortus buatan ialah pengakhiran kehamilan sebelum 20 minggu dengan obat-obatan atau dengan tindakan medik. Frekuensi abortus sukar ditentukan karena abortus buatan banyak tidak dilaporkan, kecuali apabila terjadi komplikasi. Abortus spontan kadang-kadang hanya disertai gejala dan tanda ringan, sehingga pertolongan medik tidak diperlukan dan kejadian ini dianggap sebagai terlambat haid. Diperkirakan frekuensi abortus spontan berkisar 10-15%. Frekuensi ini dapat mencapai angka 50% bila diperhitungkan mereka yang hamil sangat dini, terlambat haid beberapa hari, sehingga wanita itu sendiri tidak mengetahui bahwa ia sudah hamil. Di Indonesia, diperkirakan ada 5 juta kehamilan per-tahun. Dengan demikian setiap tahun 500.000-750.000 abortus spontan. Sulit untuk mendapatkan data tentang abortus buatan (selanjutnya akan ditulis : abortus) di Indonesia. Paling sedikit ada dua sebabnya. Yang pertama, abortus dilakukan secara sembunyi. Yang kedua, bila timbul komplikasi hanya dilaporkan komplikasinya saja, tidak abortusnya. Dengan menggunakan Randomized Response Technique, Saifuddin dan Bachtiar menemukan bahwa hampir sepertiga dari wanita yang datang ke Poliklinik Kebidanan di RS Cipto Mangunkusumo pernah melakukan abortus. Seminar Kelahiran Tidak diinginkan (aborsi) Dalam Kesejahteraan Reproduksi Remaja, Palembang 25 Juni 2002 Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan 4,2 juta abortus dilakukan setiap tahun di Asia Tenggara, dengan perincian :

• 1,3 juta dilakukan di Vietnam dan Singapura

• antara 750.000 sampai 1,5 juta di Indonesia

• antara 155.000 sampai 750.000 di Filipina

• antara 300.000 sampai 900.000 di Thailand

Tidak dikemukakan perkiraan tentang abortus di Kamboja, Laos dan Myanmar.

Hasil survei yang diselenggarakan oleh suatu lembaga penelitian di New York

yang dimuat dalam International Family Planning Perspectives, Juni 1997,

memberikan gambaran lebih lanjut tentang abortus di Asia Selatan dan Asia

Tenggara, termasuk Indonesia. Abortus di Indonesia dilakukan Baik di daerah

perkotaan maupun pedesaan. Dan dilakukan tidak hanya oleh mereka yang mampu

tapi juga oleh mereka yang kurang mampu

B. Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Diharapkan Mahasiswa dapat memahami tentang Aborsi dari sudut pandang etik, agama dan hukum keperawatan

b. Tujuan

Diharapkan Mahasiswa dapat memahami :

Definisi Abortus, Klasifikasi Abortus, Indikasi Abortus dan Abortus menurut pandangan/ sumber etika, hukum dan agama serta menurut disiplin ilmu dan aturan – aturan / dasar hukum transplantasi organ.

C. Metode Penulisan

Metode yang kami gunakan pada makalah ini adalah studi literatur yaitu menggunakan beberapa sumber kepustakaan dan literatur internet sebagai bahan acuan penyusunan makalah.

D. Sistematika Penulisan

Sistematik penulisan makalah ini terdiri dari BAB I pendahuluan : latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, sistematika penulisan. BAB II tinjauan teoritis Abortus : Definisi, Klsifikasi Abortus, Indikasi Abortus dan Abortus menurut pandangan/ sumber etika, hukum dan agama, transplantasi organ menurut disiplin ilmu, aturan – aturan / dasar hukum transplantasi organ. BAB III penutup: kesimpulan dan saran.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

Aborsi


A. Pengertian Aborsi
Aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin.
Abortus/keguguran sendiri artinya suatu ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram.

B. Klasifikasi Aborsi

a. Abortus spontanea
Abortus spontanea merupakan abortus yang berlangsung tanpa tindakan, dalam hal ini dibedakan sebagai berikut:
1. Abortus Komplet
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
2. Abortus Inkomplet
Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari rahim dan masih ada yang tertinggal.
3. Abortus Insipiens
Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks yang telah mendatar, sedangkan hasil konsepsi masih berada lengkap di dalam rahim.
4. Abortus Iminens
Abortus tingkat permulaan, terjadi perdarahan per vaginam, sedangkan jalan lahir masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam rahim. Abortus imminens terjadinya pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks
5. Missed Abortion
Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus terlah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih dalam kandungan.
6. Abortus Habitualis
Abortus yang terjadi sebanyak tiga kali berturut turut atau lebih.

b. Abortus provokatus

Abortus provokatus merupakan jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan, yaitu dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya bayi dianggap belum dapat hidup diluar kandungan apabila usia kehamilan belum mencapai 28 minggu, atau berat badan bayi kurang dari 1000 gram, walaupun terdapat beberapa kasus bayi dengan berat dibawah 1000 gram dapat terus hidup. Pengelompokan Abortus provokatus secara lebih spesifik:
Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus, abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medidik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. Syarat-syaratnya:
Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi.
Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain, agama, hukum, psikologi).
Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat.
Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga/peralatan yang memadai, yang ditunjuk oleh pemerintah.
Prosedur tidak dirahasiakan.
Dokumen medik harus lengkap.
Abortus Provokatus Kriminalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

C. Indikasi Abortus

Alasan atau indikasi abortus buatan

I. Hamil di luar kandungan.

Bila kehamilan tidak dikeluarkan, maka akan terjadi robekan pada tempat dimana

hasil pembuahan “menempel” diikuti, perdarahan dalam rongga perut yang dapat

menyebabkan kematian.

2. Hamil anggur (mola hidatidosa).

Pada hamil anggur janin biasanya meninggal dan tumbuh jaringan seperti segugus

buah anggur. Jaringan ini harus dikeluarkan dan selanjutnya dilakukan

pemeriksaan ulang untuk mendeteksi kemungkinan timbulnya kanker trofoblas.

3. Gacat bawaan pada janin.

Cacat bawaan yang berat seperti anencephalus (tidak ada otak) dapat dideteksi

secara dini.

4. Penyakit Ibu yang berat/ menahun.

Misalnya kelainan jantung.

5. Hamil akibat perkosaan atau incest.

6. Penyakit kelainan jiwa yang berat.

Misalnya percobaan bunuh diri.

7. Kegagalan kontrasepsi.

Seperti diketahui sampai saat ini tidak ada satu pun kontrasepsi yang bebas dari

kegagalan. Kehamilan akibat kegagalan kontrasepsi yang mengandung hormon

estrogen dapat menyebabkan cacat bawaan.

D. Abortus menurut pandangan aspek etika, hukum dan agama

a. Abortus menurut pandangan etika
b. Abortus menurut pandangan Agama

Aspek Agama

Beberapa pandangan agama tentang aborsi :
· Islam
Majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa :
Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi). Sebagaimana tercantum dalam AlQur’an
"Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya." (QS Al-Maidah:32)
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu." (QS Al An'aam : 151)

c. Aborsi dibolehkan karena adanya uzur, baik yang bersifat darurat ataupun hajat.

a. Keadaan darurat yang berkaitan dengan kehamilah yang membolehkan aborsi adalah:

i. Perempuan hamil menderita sakit fisik berat seperti kanker stadium lanjut, TBC dengan caverna dan penyakit-penyakit fisik berat lainnya yang harus ditetapkan oleh Tim Dokter.

ii. Dalam keadaan di mana kehamilan mengancam nyawa si ibu.

b. Keadaan hajat yang berkaitan dengan kehamilan yang dapat membolehkan aborsi adalah:

i. Janin yang dikandung dideteksi menderita cacat genetic yang kalau lahir kelak sulit disembuhkan.

ii. Kehamilan akibat perkosaan yang ditetapkan oleh Tim yang berwenang yang didalamnya terdapat antara lain keluarga korban, dokter, dan ulama.

c. Kebolehan aborsi sebagaimana dimaksud huruf b harus dilakukan sebelum janin berusia 40 hari.
Aborsi haram hukumnya dilakukan pada kehamilan yang terjadi akibat zina.

Kristen
Secara singkat di dalam Al Kitab dapat disimpulkan bahwa aborsi dalam bentuk dan alasan apapun dilarang karena :
a. Apabila ada sperma dan ovum telah bertwmu maka unsure kehidupan telah ada.
b. Abortus pada janin yang cacat tidak diperbolehkan karena Tuhan mempunyai rencana lain pada hidup seorang manusia
c. Anak adalah pemberian Tuhan.
d. Bila terjadi kasus pemerkosaan, diharapkan keluarga serta orang-orang terdekat dapat memberi semangat.
e. Aborsi untuk menyembunyikan aib tidak dibenarkan.

Katolik
Hampir sama dengan pernyataan agama Kristen, dalam agama katolik aborsi juga dilarang.

Hindu
Aborsi dalam Teologi Hinduisme tergolong pada perbuatan yang disebut "Himsa karma" yakni salah satu perbuatan dosa yang disejajarkan dengan membunuh, meyakiti, dan menyiksa. Oleh karena itulah perbuatan aborsi disetarakan dengan menghilangkan nyawa, maka aborsi dalam Agama Hindu tidak dikenal dan tidak dibenarkan.

Budha
Dalam agama budha perlakuan aborsi tidak dibenarkan karena suatu karma harus diselesaikan dengan cara yang baik, jika tidak maka akan timbul karma yang lebih buruk lagi.

c. Abortus menurut pandangan hukum
Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah "Abortus Provocatus Criminalis"

Yang dikenai hukuman dalam hal ini :
Ibu yang melakukan abortus
Dokter/bidan/dukun/tenaga kesehatan lain yang melakukan aborsi
Orang-orang/pihak yang mendukung terlaksananya aborsi

Beberapa pasal yang terkait adalah :
KUHP pasal 299, 346, 347, 348, 349 tentang larangan pengguguran kandungan.
UU RI No. 1 tahun 1946 menyatakan aborsi merupakan tindakan pelanggaran hukum.
UU RI No. 7 tahun 1984 tentanf menghapus diskriminasi pada wanita.
UU RI No. 23 tahun 1992, pasal 15 : abortus diperbolehkan dengan alasan medis.
Pasal 77c : kebebasan menentukan reproduksi
Pasal 80 : dokter boleh melakukan aborsi yang aman.
Apabila ditinjau dari Human Rights (HAM) :
Setiap manusia berhak kapan mereka bereproduksi
RUU pasal 7 : berhak menentukan kapan dan jumlah reproduksi.
RUU Kesehatan pasal 63

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH