iklan

loading...

Sunday, June 24, 2012

Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif

Penumpukan sputum di trakea
Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernafasan untuk menjaga bersihan jalan napas (Nanda, 2005)
Gangguan pada jalan nafas biasanya disebabkan oleh penumpukan sputum, dan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif sering terjadi pada penyakit TBC berikut adalah penatalaksanaanya menurut NANDA.

BATASAN KARAKTERISTIK

- Dispneu, Penurunan suara nafas

- Orthopneu

- Cyanosis

- Kelainan suara nafas (rales, wheezing)

- Kesulitan berbicara

- Batuk, tidak efekotif atau tidak ada

- Mata melebar

- Produksi sputum

- Gelisah

- Perubahan frekuensi dan irama nafas

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN

- Lingkungan : merokok, menghirup asap rokok, perokok pasif-POK, infeksi

- Fisiologis : disfungsi neuromuskular, hiperplasia dinding bronkus, alergi jalan nafas, asma.

- Obstruksi jalan nafas : spasme jalan nafas, sekresi tertahan, banyaknya mukus, jalan nafas buatan, sekresi bronkus, eksudat di alveolus, benda asing di jalan nafas.


NOC LABEL :

- Respiratory position : Ventilation

- Respiratory position : Airway patency

- Aspiration Control

NOC INDICATOR

Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)
Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
Mampu mengidentifikasikan dan mencegah bourgeois yang dapat menghambat jalan nafas

NIC

Airway suction

- Pastikan kebutuhan oral / tracheal suctioning

- Auskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suctioning.

- Informasikan pada klien dan keluarga tentang suctioning

- Minta klien nafas dalam sebelum suction dilakukan.

- Berikan O2 dengan menggunakan nasal untuk memfasilitasi suksion nasotrakeal

- Gunakan alat yang steril sitiap melakukan tindakan

- Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam setelah kateter dikeluarkan dari nasotrakeal

- Monitor position oksigen pasien

- Ajarkan keluarga bagaimana cara melakukan suksion

- Hentikan suksion dan berikan oksigen apabila pasien menunjukkan bradikardi, peningkatan saturasi O2, dll.

Airway Management

- Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau utter thrust bila perlu

- Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi

- Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan

- Pasang mayo bila perlu

- Lakukan fisioterapi pappa jika perlu

- Keluarkan sekret dengan batuk atau suction

- Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan

- Lakukan suction pada mayo

- Berikan bronkodilator bila perlu

- Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab

- Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.

- Monitor respirasi dan position O2

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH