iklan

loading...

Thursday, May 17, 2012

TREADMELL TEST

PENGERTIAN


TREADMEL TEST
TREADMELL TEST adalah uji latih jantung beban dengan cara memberikan stress fisiologi yang dapat menyebabkan abnormalitas kardiovaskuler yang tidak ditemukan pada saat istirahat.

Test ini dibutuhkan antara lain untuk mendiagnosa penyakit jantung koroner karena pada pemeriksaan EKG istirahat seringkali tidak didapatkan perubahan yang berarti, padahal dari keluhan penderita atau dari pemeriksaan lainnya dokter mencurigai adanya penyakit jantung koroner.

Pada penderita penyakit jantung koroner, hasil pemeriksaan EKG istirahatnya bisa saja normal. Kadang keluhan atau gejala penyakit jantung baru akan timbul pada saat aktifitas berlebihan, misalnya berlari atau berolahraga, maka dengan treadmill test dapat ditemukan adanya kelainannya.

  
Indikasi
1. Untuk menegakkan diagnosa PJK.
2. Untuk mengevaluasi keluhan : nyeri dada , sesak nafas  dll.
3. Untuk mengevaluasi kapasitas kemampuan fungsional
4. Untuk mengevaluasi adanya disritmia.
5. Untuk mengevaluasi hasil pengobatan.
6. Untuk menentukan prognosa dari kelainan kardiovaskuler 

Kontra indikasi :
1. Infark miokard akut  < 5 hari.
2. Unstable angina pectoris
3. Hipertensi berat
4. Aritmia yang berarti
5 Sesak
6. Vertigo

Komplikasi
1. Hipotensi
2. Disritmia yang berat
3. Infark myocard acute
4. Syncope dan stroke
5. Trauma fisik ( jatuh saat test )
6. Henti jantung ( cardiac arrest )
7. Kematian

Indikasi penghentian test
hal-hal yang harus diperhatikan oleh tehnisi saat memonitor pasien yang sedang menalani Treadmell test
1. Keluhan subjektif
- Timbul nyeri dada yang hebat
- Sesak nafas
- Vertigo / pusing
- Nyeri pada persendian kaki
- Kelelahan / cape sekali
- Pasien minta agar test dihentikan
2. Objektif
- Respon hipertensi  / hipotensi
- Timbul aritmia yang berarti
- ST depresi / ST elevasi > 3 mm
- Timbul tanda- tanda perfusi yang buruk ( pucat,sianotik,ekstremitas dingin ).
- Target HR maximal tercapai

Persiapan Tindakan Treadmill test ada 2 :
1. Persiapan untuk pasien
- Malamnya tidur cukup
- Sebaiknya dua jam sebelum dilakukan tindakan tidak boleh makan
- Pada pagi harinya sebaiknya jangan olahraga dulu.
- Untuk diagnostic sebaiknya obat-obatan kardiovaskuler (beta blocker ) dihentikan sesuai dengan perintah dokter.
- Harus bawa surat consult dari dokter.

2. Persiapan  Alat

- Satu set alat treadmill
- Kertas printer teradmill
- Emergencytroly lengkap dan defibilator
- Plester
- Elektrode
- Oksigen
- Tensimeter dan stetoscpoe
- jelly
- Alkohol 70 % dan kassa  non steril
- Tisue / Handuk kecil
- Celana ,baju dan sepatu  yang layak dipakai untuk treadmill.

Cara kerja
  1. Pasien di anamnesa dan menjelaskan tentang tata cara,maksud, manfaat dan resiko dari treadmill.
  2. Menentukan  target HR submaximal dan maximal ( target HR max : 220 dikurang umur dan submaximal adalah 85 % dari target HR max  )
  3. Pasien menandatangani formulir informed consent.
  4. Pasien dipersilahkan ganti pakaian, celana dan sepatu treadmill yang telah disediakan.
  5. Pasien berbaring denagan tenang di tempat tidur
  6. Bersihkan tubuh pasien pada lokasi pemasangan electrode dengan menggunakan kassa alkohol.
  7. Tempelkan electrode sesuai dengan tempat yang sudah ditentukan.
  8. Sambungkan dengan kabel treadmill
  9. Fiksasi electrode dengan sempurna
  10. Masukkan data pasien ke alat treadmill
  11. Ukur tekanan darah
  12. Rekam EKG 12 leads
  13. Jalankan alat treadmill dengan kecepatan sesuai dengan prosedur.
  14. Setiap tiga menit speed dan elevation akan bertambah sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan.
  15. Pantau terus perubahan EKG dan keluhan pasien selama tets.
  16. Rekam EKG 12 leads dan BP setiap tiga menit.
  17. Hentikan test sesuai dengan prosedur.

Recovery


1. Rekam EKG 12 leads dan ukur tekanan darah setelah test dihentikan.
2. Persilahkan pasien untuk duduk / berbaring.
3. Pantau terus gambaran EKG selama pemulihan.
4. Rekam EKG 12 leads dan ukur tekanan darah setiap tiga menit.
5. Pemulihan biasanya selama enam menit / sembilan menit ( hingga gambaran EKG ,HR, dan tekanan darah kembali seperti semula. )
6. Menberitahukan pada pasien bahwa test sudah selesai.
7. Lepaskan elektrode dan manset BP.
8. Bersihkan jelly yang menempel di dada pasien .
9. Merapihkan kembali alat – alat pada tempatnya.
10. Sebaiknya selama 15 menit pasca treadmill test pasien masih berada dalam pengawasan petugas.

Personal pelaksana ULJB.
1. Dua orang tenaga yang terlatih telah menguasai seluk beluk alat dan prosedur treadmill.
2. Mempunyai pengetahuan tentang indikasi dan kontra indikasi ULJB.
3. Mempunyai pengetahuan tentang dasar – dasar fisiologi treadmill.
4. Mengetahui prinsip – prinsip interpretasi ULJB
5. Mampu melakukan prosedur penanganan emergency termasuk kemampuan ACLS.
 
Protokol Bruce
Phase                Speed                   Elevation
1                             1,7                            10
2                           2,5                            12
3                           3,4                            14
4                           4,2                            16
5                            5                              18
Setiap phase selama tiga menit.

Protokol Modifikasi Bruce
Phase                   Speed                   Elevation
1                          1,7                            0
2                          1,7                            5,0
3                          1,7                            10
4                          2,5                            12
5                          3,4                            14
Setiap phase selama tiga menit

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH