iklan

loading...

Friday, May 6, 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN POST SECTIO SESAREA

KONSEP DASAR
1. Pengertian
o Seksio sesarea ialah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus.( Prawirohardjo, 1999).
o Seksio sesarea adalah melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen dan dinding uterus. (Cunningham dkk, 1990).
o Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut atau vagina. ( Sinopsis Obsetri )
o Seksio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim. (Kapita Selekta Kedokteran)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa seksio sesaria adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus.

2. Jenis Seksio Sesarea Berdasarkan tekhnik Penyayatan
o Seksio sesarea klasik: insisi memanjang pada segmen uterus.
o Seksio sesarea transperitonial profunda: insisi pada segmen bawah rahim, teknik ini sering dilakukan memanjang atau melintang.
o Seksio sesarea ekstraperitonial: adalah rongga peritoneum tidak dibuka dulu, dilakukan pada pasien dengan infeksi intera uterin yang berat.

3. Klasifikasi
Seksio Sesarea Primer
o Dari semula telah direncanakan bahwa janin akan dilahirkan secara seksio sesarea, tidak diharapkan lagi kelahiran biasa, misalnya pada panggul sempit.
Seksio Sesarea Sekunder
o Dalam hal ini kita bersikap mencoba menunggu kelahiran biasa, bila tidak ada kemajuan persalinan, baru dilakukan seksio sesarea.
Seksio Sesarea Ulang.
o Ibu pada kehamilan lalu mengalami seksio sesarea dan pada kehamilan selanjutnya dilakukan seksio sesarea ulang.
Seksio Sesarea Postmortem
o Seksio sesarea yang dilakukan segera pada ibu hamil cukup bulan yang meninggal tiba-tiba sedangkan janin masih hidup.
4. Indikasi
Plasenta previa, terutama previa totalis dan sub totalis, panggul sempit, CPD, distosia servik, letak lintang, tumor yang menghalangi jalan lahir.

5. Komplikasi
o Infeksi Puerperalis
o Perdarahan
o Luka kandung kemih
o Ruptur uteri pada kehamilan selanjutnya.

6. Nasihat Pasca Operasi
o Dianjurkan jangan hamil selama kurang lebih satu tahun, dengan memakai kontrasepsi
o Kehamila selanjutnya hendaknya diawasi dengan antenatal yang baik

ASUHAN KEPERAWATAN POST SEKSIO SEKTIO SESAREA
1. Pengkajian
a. Kaji TTV
b. Pemeriksaan Fisik
c. Kaji karakteristik luka
d. Kaji intake dan output
e. Kaji tingkat kesadaran klien

2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul adalah :
1. Gangguan eliminasi fekal : konstipasi b.d penurunan peristaltik usus
2. Defisit perwatan diri b.d kelemahan fisik
3. Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d adanya trauma bedah
4. Intoleransi aktifitas b.d kelemahan fisik
5. Resiko tinggi infeksi b.d adanya luka seksio sesarea
6. Kurang pengetahuan b.d kurang informasi

7. Intetrvensi
Dx 1 : Gangguan eliminasi fekal : konstipasi b.d penurunan peristaltik usus
Intervensi
1. Kaji bising usus
2. Berikan diet dengan kadar serat tinggi dalam bentuk tepung sereal, roti, buah-buahan segar
3. Dorong peningkatan masukan cairan
4. Pastikan pola defekasi yang biasa dan bantu menggunakannya

Dx 2 : Defisit perawatan diri b.d kelemahan fisik
Intervensi
1. Tentukan kemampuan saat ini dan hambatan untuk partisipasi dalam perawatan
2. Ikut sertakan pasien dalam formulasi rencana perawatan pada tingkat kemampuan
3. Dorong perawatan diri, bekerja dengan kemampuan sekarang, jangan menekan pasien diluar kemampuannya.
4. Berikan dan tingkatkan keleluasaan pribadi
5. Fasilitasi kebutuhan hygiene klien

Dx 3 : Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d adanya trauma bedah
Intervensi
1. Kaji karakteristik dan skala nyeri
2. Evaluasi rasa nyeri secara reguler
3. Catat munculnya rasa cemas
4. Kaji TTV, seperti takikardia, hipertensi dan peningkatan nafas
5. Kaji penyebab ketidaknyamanan yang mungkin selain dari prosedur operasi
6. Lakukan reposisi sesuai petunjuk
7. Dorong penggunaan teknik relaksasi, misalnya tarik nafas dalam

Dx 4 : Intoleransi aktifitas b.d kelemahan fisik
Intervensi
1. Kaji kemampuan klien
2. Anjurkan klien untuk berlatih atau melakukan gerak secara bertahap
3. Berikan dorongan pada klien selama latihan
4. Anjurkan istirahat diantara periode latihan

Dx 5 : Resti infeksi b.d adanya luka seksio sesarea
Intervensi
1. Observasi luka terhadap adanya perubahan warna
2. Lakukan perawatan luka dengan teknik steril
3. Cuci tangan sebelum dan sesudah aktifitas walaupun menggunakan sarung tangan steril
4. Berikan antibiotik sesuai indikasi
DAFTAR PUSTAKA

Bobak and Jansen alih bahasa Ikatan Alumni Keperawatan Padjadjaran. 2000. Perawatan Maternitas dan Ginekologi. Bandung: YIAKPP.

Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah 1. Jakarta: EGC.

Doengoes, Kenty and Moorhouse. 2001. Rencana perawatan Maternal dan Bayi Edisi 2. Jakarta: EGC.

Efendy, Nasrul. 1995 Pengantar Proses Keperawatan. Jakatra: EGC.

Manjoer, A dkk. 2001. Kapita Selecta Kedokteran jilid 1 Edisi 3. 2001. Jakarta: Media AesCulapitus.

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi Jilid 1 Edisi 2. Jakarta: EGC.

Prawirohardjo Sarwono bekerjasama dengan JNPKKR/POGI, dan JHPIEGO/STARH PROGRAM. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Prawihardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan Edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.

Sastrawinata Sulaeman. 2005. Obstetri Fisiologi. Bandung: FK UNPAD
Thompson, Eleanor D. 1995. Introduction to Maternity and Pediatric Nursing Second Edition. USA: WB Saunders Company

Winjosastro, Hanifa. 1999. Ilmu Kebidanan Edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH