iklan

loading...

Sunday, February 13, 2011

HIPERTENSI

HIPERTENSI

Hipertensi adalah tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg menetap atau tekanan diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg (Engram Barbara Vol. 2,: 368), sedangkan menurut WHO 1987 IPD jilid 2: 453 menyatakan bahwa hipertensi adalah tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg atau sama dengan 160 mmHg menetap dengan tekanan diastolik lebih tinggi 90 mmHg atau sama dengan 95 mmHg.
Dari kedua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa hipertensi adalah tekanan darah yang tidak normal dengan tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg menetap/diastolik lebih tingggi dari 90 mmHg yang dapat mengganggu fungsi sirkulasi darah ke seluruh tubuh terutama otak dan jantung.
1. Penggolongan hipertensi
Berdasarkan tinggi tekanan darah diastolik hipertensi diklasifikasikan dalam 3 golongan sebagai berikut:
a. Hipertensi ringan bila tekanan diastolik 90 – 110 mmHg
b. Hipertensi sedang bila tekanan diastolik 110 – 130 mmHg
c. Hipertensi Berat bila tekanan diastolik 130 mmHg
Tabel 1. Klasifikasi Tekanan Darah yang berumur 18 tahun keatas

Kategori
Sistolik Diastolik
(mmHg) (mmHg)
Optimal
Nortmal
Normal tinggi
<120 dan <80
<130 dan <85
130-139 atau 85-89


Hipertensi
Derajat 1
Derajat 2
Derajat 3

140-159 atau 90-99
160-179 atau 100-109
180 atau 110


Sedangkan menurut Kaplan 1985 bahwa pria yang berumur < 45 tahun dinyatakan hipertensi jika tekanan darah pada waktu berbaring 130/90 mmHg atau lebih, sedangkan yang berusia >45 tahun dinyatakan hipretensi jika tekanan darahnya 145/95 mmHg atau lebih.
2. Etiologi
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan:
Hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, terdapat sekitar 95 % kasus banyak faktor yang dapat mempengaruhinya: genetik, lingkungan, hiperaktivitas susunan saraf simpatis, obesitas, diabetes melitus, alkoholisme, merokok, defek dalam ekskresi Na, kenaikan natrium dan intra seluler
Hipertensi sekunder terdapat sekitar 5 % kasus
Penyebabnya: Penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal
4. Tanda dan Gejala Hipertensi
Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya tanda hipertensi essensial dan tergantung dari tinggi rendahnya tekanan darah, gejala yang timbul dapat berbeda-beda, seperti: stress (cepat marah), telinga berdenging, sakit kepala, epistaksis, mata berkunang-kunang, sesak nafas, mudah lelah, rasa berat ditengkuk.












5. Patofisilogi
Stresor
Hiperlipid Merangsang saraf simpatis
Mengeluarkan norephineprin dan ephineprin

Pembuluh darah berkontriksi dan Menurunkan REM
meningkatkan resistensi perifer Klien terjaga
Perubahan pola tidur
Saluran darah menyempit
Tekanan darah meningkat
Penurunan volume darah ke jantung Penekanan tekanan perfusi
Penururnan suplai nutrisi dan 02 ke otak Hipertropi otot polos
Hipoxia Penebalan pembuluh darah
Merangsang saraf nyeri Pembuluh darah otak menyempit
Mengeluarkan bradikinin, serotin dan histamine. Suplay oksigen ke otak Kurang
Ke sistem saraf pusat Perubahan perfusi jarinngan serebral.
Merangsang talamus
Corteks serebri
Saraf perifer
Nyeri dipersepsikan



6. Komplikasi Hipertensi
Komplikasi hipertensi yang sering terjadi adalah pada mata berupa perdarahan retina, ganguan penglihatan sampai dengan kebutaan, ginjal dan gagal jantung koroner dan miokard. Pada otak sering terjadi perdarahan yang disebabkan oleh pecahnya mikroaneurisma yang dapat menyebabkan kematian.
7. Manajemen Medik
Dalam perawatan klien dengan hipertensi dirumah sakit umum nasihat yang perlu diberikan kepada klien dan keluarga diarahkan pada pembelajaran hipertensi, cara menurunkan faktor resiko, program perawatan sebagai berikut:
a.Pengobatan
1) Dosis, frekuensi dan efek samping
2) Mengurangi dan membatasi alkohol yang berpengaruh besar terhadap obat-obat anti hipertensi
3) Obat harus diteruskan walaupun sudah tidak ada gejala
a. Metode pengukuran darah secara teratur
b. Program latihan fisik yang teratur (aerobik 30-45 menit/hari yang dapat meningkatkan cardiak output dan menurunkan resisten perifer
c. Diit, menghindari tambahan garam kedalam makanan sewaktu makan : mencegah makanan yang banyak garam (seperti kacang tanah, kripik kentang, hot dog), batasi makanan lemak jenuh untuk meminimalkan resiko penyakit kardiovaskuler
d. Menghindari dari kebiasaan merokok
e. Mempertahankan asupan kalsium dan magnesium yang adekuat
f. Mempertahankan asupan kalsium yang adekuat (90 mg/hari)
g. Menurunkan berat badan bila terdapat kelebihan

8. Dampak masalah hipertensi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia
a. pemenuhan kebutuhan ADL yang meliputi :
1) Nutrisi
Pada klien penderita hipertensi akan mengalami masalah pada berat bada nnormal atau obesitas, mual muntah disebabkan oleh adanya makanan yang disukai, yangdapat mencakup makanan yang tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol (seperti makanan yang digoreng, keju, telor) ; gula-gula yang berwarna hitam, kandungan tinggi kalori.
2) eliminasi
pada klien penderita penyakit hipertensi akan mengalami gangguan ginjal pada masalah eliminasi disebabkan oleh adanya infeksi atau obstruksi atau riwayat penyakit ginjal masa yang lalu.
3) Aktifitas atau istirahat
Tanda dan gejala yang mempengaruhi aktifitas dan istirahat pada klien penderita penyakit hipertensi akan mengalami perubahan frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung disebabkan oleh kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup yang monoton. Pada penderita penyakit hipertensi biasanya memiliki gangguan istirahat tidur/sukar tidur, sehingga diperlukan pada pasien hipertensi untuk menanggulangi sulit tidur.

4) Perawatan kebersihan diri atau hygiene
pada penderita penyakit hipertensi perlu diperhatikan tentang keperawatan kebersihan diri diantaranya sebagai batasan karakteristik ketidakmampuan klien memenuhi kebutuhan sumber air. Tidask mampu merasakan kebutuhan kebersihan disebabkan oleh adanya gambaran diri/body image sosial ekonomi ilmu pengetahuan budaya.
5) Pemenuhan kebutuhan psikologis
pada klien penderita penyakit hipertensi akan mengalami perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euphoria, atau marah kronik, faktor-faktor stress ; multiple (hubungan, keuangan, yang berkiatan dengan pekerjaan).
Dan pada klien hipertensi akan mengalami depresi atau stress, perasaan tidak berdaya / tidak ada harapan. Hal ini disebabkan oleh lama nya pengobatan dan masalh biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan tersebut yang ditandai dengan marah sehingga kebutuhan psikologis yang harus dijalankan terganggu.
6) Pemenuhan kebutuhan sosial
Pemenuhan kebutuhan sosial pada klien penderita penyakit hipertensi akan mengalami peranan sosial atau penolakan karena penyalit yang diderita sudah lama.
7) Pemenuhan kebutuhan spiritual
Pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien penfderita penyakit hipertensi tidak ada dampak untuk melaksanakan ibadah.

No comments:

Post a Comment

Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH