BARANGKALI ANDA MEMBUTUHKAN :

JIKA MERASA KURANG LENGKAP SILAHKAN CARI

Sabtu, 04 Mei 2013

Proses pembentukan urine

Proses pembentukan urine
Mula-mula darah yang mengandung air, garam, glukosa, urea, asam amino, dan amonia mengalir ke dalam glomerulus (Ginjal) untuk menjalani proses filtrasi. Proses ini terjadi karena adanya tekanan darah akibat pengaruh dari mengembang dan mengkerutnya arteri yang memanjang menuju dan meninggalkan glomerulus. Akhir filtrasi dari glomerulus ditampung di kapsula Bowman dan menghasilkan filtrat glomerulus atau urine primer. Secara normal, setiap hari kapsula Bowman dapat menghasilkan 180 L filtrat glomerulus.
Filtrat glomerulus atau urin primer masih banyak mengandung zat yang diperlukan tubuh antara lain glukosa, garam-garam, dan asam amino. Filtrat glomerulus ini kemudian diangkut oleh tubulus kontortus proksimal. Di tubulus kontortus proksimal zat-zat yang masih berguna direabsorbsi. Seperti asam amino, vitamin, dan beberapa ion yaitu Na+, Cl-, HCO3-, dan K+. Sebagian ion-ion ini diabsorbsi kembali secara transport aktif dan sebagian yang lain secara difusi.

Proses reabsorbsi masih tetap berlanjut seiring dengan mengalirnya filtrat menuju lengkung Henle dan tubulus kontortus distal. Pada umumnya, reabsorbsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh seperti glukosa dan asam amino berlangsung di tubulus renalis. Akan tetapi, apabila konsentrasi zat tersebut dalam darah sudah tinggi, tubulus tidak mampu lagi mengabsorbsi zat-zat tersebut. Apabila hal ini terjadi, maka zat-zat tersebut akan dieksresikan bersama urin.
Selain reabsorbsi, di dalam tubulus juga berlangsung sekresi. Seperti K+, H+, NH4+ disekresi dari darah menuju filtrat. Selain itu, obat-obatan seperti penisilin juga disekresi dari darah. Sekresi ion hidrogen (H+) berfungsi untuk mengatur pH dalam darah. Misalnya jika di dalam darah terlalu asam maka ion hidrogen disekresikan ke dalam urin.
Demikian juga sekresi K+ berfungsi untuk menjaga mekanisme homeostasis. Apabila konsentrasi K+ dalam darah tinggi, dapat menghambat rangsang impuls serta menyebabkan kontraksi otot dan jantung menjadi menurun dan melemah. Oleh karena itu, K+ kemudian disekresikan dari darah menuju tubulus renalis dan dieksresikan bersama urin.
Pada saat terjadi proses reabsorbsi dan sekresi di sepanjang tubulus renalis secara otomatis juga berlangsung pengaturan konsentrasi pada urin. Sebagai contoh, konsentrasi garam diseimbangkan melalui proses reabsorbsi garam. Di bagian lengkung Henle terdapat NaCl dalam konsentrasi yang tinggi. Keberadaan NaCl ini berfungsi agar cairan di lengkung Henle senantiasa dalam keadaan hipertonik. Dinding lengkung Henle descending bersifat permeabel terhadap air, akan tetapi impermeabel untuk Na dan urea. Konsentrasi Na yang tinggi ini menyebabkan filtrat terdorong ke lengkung Henle bagian bawah dan air bergerak keluar secara osmosis.
Di lengkung Henle bagian bawah, permeabilitas dindingnya berubah. Dinding lengkung Henle bagian bawah menjadi permeabel terhadap garam dan impermeabel terhadap air. Keadaan ini mendorong filtrat untuk bergerak ke lengkung Henle ascending.
Air yang bergerak keluar dari lengkung Henle descending dan air yang bergerak masuk di lengkung Henle ascending membuat konsnetrasi filtrat menjadi isotonik. Setelah itu, filtrat terdorong dari tubulus renalis menuju duktus koolektivus. Duktus kolektivus bersifat permeabel terhadap urea. Di sini urea keluar dari filtrat secara difusi. Demikian juga dengan air yang bergerak keluar dari filtrat secara osmosis. Keluarnya air ini menyebabkan konsentrasi urin menjadi tinggi.

Volume urin yang dihasilkan setiap hari bervariasi dari 600 mL sampai 2.500 mL atau lebih. Jika volume urin tinggi, zat buangan dieksresi dalam larutan encer, hipotonik (hiposmotik) terhadap plasma. Berat jenis urin mendekati berat jenis air (sekitar 1,003). Jika tubuh perlu menahan air, maka urin yang dihasilkan kental sehingga volume urin yang sedikit tetap mengandung jumlah zat buangan yang sama yang harus dikeluarkan. Konsentrasi zat terlarut lebih besar, urin hipertonik (hiperosmotik) terhadap plasma, dan berat jenis uurin lebih tinggi (di atas 1,003). Pengaturan volume urin dilakukan melalui mekanisme hormonal dan mekanisme pengkonsentrasian urin ginjal.

Mekanisme hormonal
1) Antidiuretik hormon (ADH) meningkatkan permeabilitas tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus terhadap air sehingga mengakibatkan terjadinya reabsorbsi dan volume urin menjadi sedikit.
a) Sisi sintesis dan sekresi.
ADH disintesis oleh badan sel saraf dalam nukleus supraoptik hipotalamus dan disimpan dalam serabut saraf hipofisis posterior. ADH kemudian dilepas sesuai impuls yang sampai pada serabut saraf.

Stimulus pada sekresi ADH

  • Osmotik

Neuron hipotalamus adalah osmoreseptor dan sensitif terhadap perubahan konsentrasi ion natrium, serta zat terlarut lain dalam cairan intraselular yang menyelubunginya.
Peningkatan osmolaritas plasma, seperti yang terjadi saat dehidrasi, menstimulasi osmoreseptor untuk mengirim impuls ke kelenjar hipofisis posterior agar melepas ADH. Air diabsorbsi kembali dari tubulus ginjal sehingga dihasilkan urin kental dengan volume sedikit.
Penurunan osmolaritas plasma mengakibatkan berkurangnya sekresi ADH, berkurangnya reabsorbsi air dari ginjal, dan produksi urin encer yang banyak.

  • Volume dan tekanan darah.

Baroreseptor dalam pembuluh darah (di vena, atrium kanan dan kiri, pembuluh pulmonary, sinus karotid, dan lengkung aorta) memantau volume darah dan tekanan darah. Penurunan volume dan tekanan darah meningkatkan sekresi ADH; peningkatan volume dan tekanan darah menurunkan sekresi ADH.

  • Faktor lain

Nyeri, kecemasan, olah raga, analgesik narkotik, dan barbiturat meningkatkan sekresi ADH. Alkohol menurunkan sekresi ADH.

Aldosteron
Aldosteron adalah hormon steroid yang disekresi oleh sel-sel korteks kelenjar adrenal. Hormon ini bekerja pada tubulus distal dan duktus pengumpul untuk meningkatkan absorbsi aktif ion natrium dan sekresi aktif ion kalium.


  • Sistem arus bolak-balik dalam ansa Henle dan vasa rekta memungkinkan terjadinya reabsorbsi osmotik air dari tubulus dan duktus kolektivus ke dalam cairan interstisial medularis yang lebih kental di bawah pengaruh ADH. Reabsorbsi air memungkinkan tubuh untuk menahan air sehingga urin yang dieksresikan lebih kental dibandingkan cairan tubuh normal.


Penyakit dan gangguan pada sistem urinaria
Sistitis adalah inflamasi kandung kemih. Inflamasi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri (biasanya Escherichia coli) yang menyebar dari uretra atau karena respon alergi atau akibat iritasi mekanik pada kandung kemih. Gejalanya adalah serih berkemih dan nyeri (disuria) yang disertai darah dalam urin (hematuria).
b. Glomerulonefritis adalah inflamasi nefron, terutama pada glomerulus.
1) Glomerulonefritis akut sering terjadi akibat respon imun terhadap toksin bakteri tertentu (kelompok Streptococcus beta A).
2) Glomerulonefritis kronis tidak hanya merusak glomerulus tetapi juga tubulus. Inflamasi ini mungkin terjadi karena infeksi bakteri Streptococcus, tetapi dapat juga diakibatkan oleh penyakit sistemik lain (akibat sekunder) atau karena glomerulonefritis akut.
c. Pielonefritis adalah inflamasi ginjal dan pelvis ginjal akibat infeksi bakteri. Inflamasi dapat berawal di traktus urinaria bawah (kandung kemih) dan menyebar ke ureter, atau karena infeksi yang dibawa darah dan limfe ke ginjal. Obstruksi traktus urinaria terjadi akibat pembesaran kelenjar prostat, batu ginjal, atau defek congenital yang memicu terjadinya pielonefritis.
d. Batu ginjal (kalkuli urinaria) terbentuk dari pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat, atau sistein. Misalnya hipersekresi parathormon dari kelenjar paratiroid meningkatkan kadar kalsium dalam darah sehingga terjadi pengendapan kalsium dalam ginjal dan lama-kelamaan menjadi batu ginjal. Batu-batu kecil dapat mengalir bersama urin; batu yang lebih besar akan tersangkut dalam ureter dan menyebabkan rasa nyeri yang tajam (kolik ginjal) yang menyebar dari ginjal ke selangkangan.
e. Gagal ginjal adalah hilangnya fungsi ginjal. Hal ini mengakibatkan terjadinya retensi garam, air, zat buangan nitrogen (urea dan kreatinin) dan penurunan drastis volume urin (oliguria). Melalui pengobatan terhadap kondisi penyebab gagal ginjal, maka prognosisnya membaik. Gagal ginjal yang tidak diobati dapat mengakibatkan penghentian total fungsi ginjal dan kematian.
1) Gagal ginjal akut terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berhasil diobati. Penyakit ini ditandai dengan oliguria mendadak yang diikuti dengan penghentian produksi urin (anuria) secara total. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran darah ke ginjal akibat trauma atau cedera, glomerulonefritis akut, hemoragi, transfusi darah yang tidak cocok, atau dehidrasi berat.
2) Gagal ginjal kronis adalah kondisi progresif parah karena penyakit yang mengakibatkan kerusakan parenkim ginjal, seperti glomerulonefritis kronis atau pielonefritis, trauma atau diabetes nefropati akibat diabetes melitus. Penyakit ini diobati melalui hemodialisis (“ginjal buatan”) atau transplantasi ginjal.
f. Diabetes Melitus (Glukosuria) terjadi apabila di dalam urin ditemukan adanya glukosa. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa dalam darah sehingga nefron tidak mampu menyerap kelebihan glukosa tersebut. Tingginya kadar glukosa dalam tubuh diakibatkan oleh kekurangan hormon insulin.
g. Diabetes Insipidus
h. Albuminuria terjadi apabila di dalam urin terdapat protein albumin.
i. Uremia apabila di dalam urin terdapat urea dan asam urat. Terjadi akibat nefritis (radang/rusaknya glomerulus akibat infeksi bakteri Streptococcus). Infeksi ini dapat menyebabkan urea masuk kembali ke dalam darah dan menyebabkan uremia, dan apabila reabsorbsi air terganggu akan mengakibatkan edema atau pembengkakan kaki akibat terjadinya penimbunan air.
j. Hematuria terjadi apabila terjadi peradangan dan luka di daerah kandung kemih sehingga darah terbawa keluar oleh urin. Ini biasanya disebabkan oleh gesekan antara batu ginjal dan dinding pada kandung kemih.
k. Hidronefrosis adalah keadaan membesarnya ukuran ginjal dari ukuran normalnya akibat dari tersumbatnya aliran urin di ureter oleh batu ginjal sehingga lebih banyak urin yang tertampung di dalam ginjal.

Kamis, 02 Mei 2013

SINDROM BRUGADA

Sindrom Brugada adalah suatu jenis abnormalitas elektrik jantung bawaan yang secara tragis dapat merenggut nyawa laki-laki usia sekitar 30 saat terlelap tidur. Seperti halnya sindrom QT panjang (Kompas, 10/7/2002), penderita sindrom Brugada sebelumnya sehat-sehat saja bahkan faktor-faktor risiko penyakit
jantung koroner mungkin tidak ditemukan dan struktur jantungnya juga normal. Kelainan ini sebenarnya dapat terdeteksi melalui elektrokardiografi (EKG), yaitu peralatan medis sederhana yang berfungsi merekam irama jantung. Abnomalitas irama jantung sindrom Brugada adalah adanya blok berkas jantung kanan (right bunddle branch block, RBBB) dengan elevasi segmen ST di sandapan jantung kanan yang kadang tidak kentara. Sebelumnya, abnormalitas ini kurang begitu dipedulikan para dokter karena orangnya sehat dan bugar hingga Brugada bersaudara dari Barcelona, yaitu Pedro dan Josep Brugada, tahun 1992 mendeteksi adanya keterkaitan abnormalitas EKG tersebut. Mereka menemukan adanya kematian dan serangan aritmia (gangguan listrik jantung) ganas pada delapan pasien dengan struktur jantung yang normal. Temuan itu menggugah para ahli. Berbagai pengamatan dilakukan hingga mereka sepakat ada suatu entitas klinis baru yang kemudian dinamakan sindrom Brugada tahun 1996 untuk menghargai penemunya. Defek genetik yang bertanggung jawab terhadap disfungsi elektrik jantung pada sindrom ini pertama kali didentifikasi tahun 1998. Asia lebih banyak Tahun ini untuk kedua kali diadakan pertemuan para ahli membahas kemajuan studi terhadap sindrom yang masih menyisakan misteri. Hal yang belum terjawab adalah mengapa sindrom letal ini lebih banyak terjadi di kawasan Asia Tenggara dan lebih sering menyerang laki-laki ketimbang perempuan (8:1). Yang juga masih menjadi pertanyaan adalah walaupun sindrom Brugada mungkin saja terdapat pada berbagai lapisan usia, mengapa serangan kebanyakan terjadi di puncak kehidupan, yaitu pada usia dewasa muda? Dalam rentang satu dekade, sindrom ini semakin luas dikenal seiring dengan bermunculannya laporan kasus dari berbagai negara di sejumlah jurnal kedokteran. Di Barat angka kejadian sindrom ini diperkirakan 1:10.000, sedangkan di Asia angka kasus ini empat kali lebih banyak. Di Indonesia, sindrom maut ini dilaporkan pertama kali oleh Dr Muhammad Munawar SpJP tahun 2002, dimuat di Jurnal Kardiologi Indonesia. Sebenarnya sejak lama para ahli mempertanyakan misteri penyebab kematian mendadak saat tidur (sudden unexplained nocturnal death) yang terjadi terutama pada laki-laki Asia dewasa muda yang sebelumnya sehat-sehat saja. Literatur medis Filipina melaporkan kejadian yang dikenal sebagai bangungut ini pertama kali tahun 1917. Tiga dekade kemudian tim medis dari Honolulu melaporkan serial 81 kasus kematian orang laki-laki Filipina yang tinggal di Oahu County dengan pola yang serupa. Misteri kematian ini ternyata juga dikenal di Thailand yang disebut sebagai lai tai, dan di Jepang dikenal dengan nama pokkuri, serta di Laos dengan sebutan noniaital. Tahun 1983 Baron dan kawan-kawan melaporkan 51 kematian para
pengungsi asal Asia yang berusia relatif muda dan sebelumnya tak ada gejala-gejala penyakit apa pun. Hampir semua korban adalah laki-laki (kecuali satu orang wanita) dan keseluruhan kematian terjadi saat mereka tertidur. Usia rata-rata korban adalah 33 tahun. Akhirnya misteri kematian mendadak saat tidur itu mulai terkuak ketika Brugada bersaudara melaporkan hasil pengamatan mereka di Journal of the American College of Cardiology, 1992. Sistem elektrik jantung Mekanisme seluler yang mendasari sindrom ini amat kompleks karena berkait dengan elektrofisiologi jantung yang masih banyak menyimpan misteri. Jantung yang berdenyut rata-rata 100.000 kali per hari untuk memompa sekitar 200 galon darah memiliki sistem elektrik tersendiri mirip dengan sebuah baterai. Sistem konduksi elektrik ini secara khusus menginstruksi jantung untuk berdenyut secara teratur dan terkoordinasi. Impuls elektrik bermula dari sinoatrial node yang terletak di sisi atas serambi (atrium) kanan jantung. Impuls itu kemudian menyebar ke seluruh serambi yang menyebabkan kedua serambi berkontraksi. Selanjutnya setelah mengalami perlambatan sejenak, yaitu di atrioventricle (AV) node impuls bergerak menuju kedua bilik jantung (ventrikel) melalui serat-serat penghantar khusus yang bercabang ke bilik kanan dan kiri jantung sehingga kedua bilik dapat memompa darah ke seluruh tubuh. 

Aktivitas listrik di sel-sel jantung terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik. Muatan listrik di dalam sel lebih negatif dibandingkan dengan di luar sel yang disebabkan karena perbedaan komposisi ion-ion di antaranya, yaitu sodium, kalium, kalsium, dan klorida. Pada membran sel terdapat kanal- kanal protein yang mengatur arus keluar masuk ion-ion tersebut. Setiap ion memiliki kanal yang spesifik dan terbuka pada waktu tertentu. Aktivitas listrik jantung diawali dengan masuknya ion sodium melalui kanal sodium ke dalam sel yang mengubah keseimbangan muatan listrik di dalam sel sehingga memicu kontraksi jantung. Sindrom Brugada terjadi bila terdapat defek gen yang menyandi kanal sodium, yaitu gen SCN5A pada kromosom 3. Mutasi pada gen yang diturunkan ini menyebabkan pembukaan kanal ion terjadi lebih cepat dan berlangsung lebih lama. Keadaan ini dapat memicu timbulnya suatu aritmia ganas yang disebut fibrilasi ventrikel. Fibrilasi ventrikel adalah kekacauan aktivitas elektrik di bilik jantung yang merupakan mesin pompa darah utama. Akibatnya otot-otot jantung berdenyut tidak karuan sehingga darah tak dapat terpompa ke seluruh tubuh termasuk otak. Bila situasi ini tak dikoreksi segera dengan alat kejut jantung (defibrilator), maka korban akan cedera otak karena kekurangan oksigen dan akhirnya dapat berakibat kematian. Sering kali fibrilasi ventrikel pada sindrom ini tercetus saat jantung dalam dominasi pengaruh saraf vagal, misalnya saat tidur. Diagnosis tak sengaja Sebagai entitas klinis yang relatif baru, riwayat perjalanan penderita sindrom Brugada masih belum diketahui dengan jelas. Disebutkan bahwa tingkat kerusakan kanal-kanal sodium inilah yang dianggap menentukan perjalanan penyakit. Artinya, mereka dengan persentase tingkat kerusakan kanal-kanal sodium yang lebih berat, umur menjadi lebih pendek Sebagian besar penderita sindrom ini tidak memiliki keluhan sehingga terdiagnosis tanpa sengaja, yaitu saat check up atau bahkan berobat karena penyakit lain. Deteksi terjadi setelah perekaman EKG. Sebagian tersaring karena adanya riwayat keluarga mati mendadak atau sering pingsan yang tak jarang dikira epilepsi. Yang paling sulit terdiagnosis adalah mereka yang tanpa keluhan dan memiliki gambaran EKG dengan pola Brugada yang kurang jelas atau bahkan normal. Penderita sindrom Brugada yang seperti ini dapat terlacak bila ia memiliki riwayat keluarga berusia muda yang mati mendadak dan ia dideteksi dengan stimulasi memakai obat penghambat kanal sodium guna memperjelas abnormalitas EKG. Hingga kini belum ditemukan terapi untuk sindrom Brugada yang disertai keluhan. Obat-obatan antiaritmia seperti amiodarone dan penghambat beta tidak terbukti sanggup mencegah serangan fibrilasi ventrikel. Satu-satunya alternatif adalah menanamkan alat kejut jantung (implantable cardioverter defibrilator/ICD) untuk untuk memproteksi dari serangan fibrilasi ventrikel yang dapat mematikan itu. Bagaimana dengan penderita sindrom Brugada yang tidak ada keluhan sama sekali? Haruskah pada mereka ditanam ICD yang berharga lebih dari 20 ribu dollar AS? Pada mereka ini disarankan pemeriksaan elektrofisiologi jantung untuk mengetahui apakah mereka memiliki potensi munculnya aritmia ganas. Bila memang aritmia dapat tercetus, pemasangan ICD diperlukan . Yang lebih penting lagi adalah tidak menyepelekan riwayat keluarga. Bila memiliki orangtua, anak, atau saudara dengan riwayat pingsan berulang atau bahkan mati mendadak di usia muda, sebaiknya memeriksakan diri untuk mencari potensi nahas itu pada diri sendiri sehingga dapat diantisipasi. Dr A Fauzi Yahya Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FKUI/Pusat Jantung Nasional Harapan Kita



(A) Normal electrocardiogram pattern in the precordial leads V1-3, (B) changes in Brugada syndrome (type B)
ECG pattern in Brugada syndrome. According to a recent consensus document, type 1 ST segment elevation either spontaneously present or induced with Ajmaline/Flecainide test is considered diagnostic. Type 1 and 2 may lead to suspicion but drug challenge is required for diagnosis. The ECGs in the right and left panels are from the same patient before (right panel, type 1) and after (left panel, type 1) endovenous administration of 1 mg/kg of Ajmaline during 10 minutes.

Senin, 22 April 2013

Gejala Klinis Kematian

Ketika manusia mati, pada dasarnya terjadi dua fase yaitu kematian somatis yaitu kematian sel-sel organ sehingga fungsi-fungsi jantung, pernafasan, pergerakan, dan aktivitas otak berhenti; dan kematian molekuler yaitu berlanjutnya kehancuran tubuh. Tanatologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari prubahan-perubahan pada tubuh seseorang yang telah meninggal.

Mati mempunyai 2 stadium :
  • Somatic death
  • Cellular death
Gejala Klinis Kematian dibagi dalam tiga tiga hal yang berubah pada mayat :
1. Argor mortis
2. Livor mortis
3. Rigor mortis

Argor mortis <> Penurunan suhu tubuh jenazah
Setelah seseorang meninggal maka produksi panas berhenti sedangkan pengeluaran panas berlangsung selama terus-menerus.Cara mengukur penurunan suhu tubuh jenazah adalah "thermo couple".Penurunan suhu jenazah dapat dipakai untuk memperkirakan saat kematian korban.

Livor mortis <> Lebam mayat.
Apabila seseorang meninggal,peredaran darahnya berhenti dan timbul stagnasi akibat gravitasi maka darah mencari tempat terendah.Dari luar terlihat bintik berwarna merah kebiruan.Inilah yang disebut Lebam mayat.
Pada umumnya lebam mayat sudah timbul dalam dalam waktu 15-20 menit setelah orang meninggal.Lebam mayat ini mirip dengan luka memar,oleh karena itu lebam mayat harus dibedakan dengan luka memar.

Lebam mayat
Lokasi di bagian tubuh terendah
Ditekan biasanya hilang
Pembengkakan tidak ada
Insisi ditemukan bintik-bintik darah intra vascular
Tanda intra vital tidak ada.

Luka memar
Lokasi sembarang tempat 
Ditekan tidak hilang
Pembengkakan sering ada
Insisi ditemukan bintik dara exrea vascular
Tanda intra vital : ada

Lokalisasi lebam mayat pada bagian tubuh yang rendah ,kecuali pada bagian tubuh yang tertekan dasar atau tertekan pakaian.Pada jenazah dengan posisi terlentang,lebam mayat ditemukan pada bagian kuduk,punggung,pantat dan bagian fleksor tungkai.Disamping itu kadang-kadang ditemukan juga lebam mayat pada bagian samping leher.Hal ini disebabkan oleh pengosongan yang tidak sempurna dari vena-vena superfisialis.Pada korban dengan posisi telungkup,lebam mayat ditemukan pada dahi,pipi,dagu,dada,perut dan bagian ekstensor tungkai.Kadang-kadang stagnasi darah sedemikian hebat sehingga pembuluh darah dalam lubang hidung pecah dan keluar darah dari hidung.Pada korban yang menggantung.lebam mayat terdapat pada ujung ekstremitas dan genitalia eksterna.

Empat jam setelah orang meninggal akan terjadi hemolisa sehingga pigmen darah keluar dan masuk ke jaringan sekitarnya.Akibatnya lebam mayat tidak akan hilang bila posisi jenazah diubah. Disamping ditemukan pada kulit,lebam mayat juga ditemukan pada bagian alat tubuh,seperti bagian belakang otak,bagian belakang paru,bagian belakang hati serta bagian belakang lambung.Keadaan ini perlu dibedakan dengan keadaan patologis seperti pneumonia atau lambung yang mengalami keracunan.

Umumnya lebam mayat berwarna merah kebiruan. Pada korban yang meninggal akibat keracunan gas CO dan keracunan HCN,lebam mayatnya berwarna cherry red.Pada korban yang meninggal karena keracunan nitro benzema atau potassium chlorat,maka lebam mayatnya berwarna chocolate brown. Pada korban yang meninggal akibat asfiksia,lebam mayatnya mendekati kebiruan. Pada jenazah yang disimpan dalam lemari pendingin,lebam mayatnya berwarna merah terang atau pink. Lebam mayat timbul cepat atau lambat bergantung pada volume darah yang beredar. Pada korban dengan perdarahan,timbulnya lebam mayat lebih lambat.Pada korban gagal jantung,lebam mayat lebih cepat timbul.

Rigor mortis <> Kaku mayat
Kaku mayat terjadi pada otot-otot bergaris maupun otot-otot polos. Rigor Mortis dapat dikenali dari adanya kekakuan yang terjadi secara bertahap sesuai dengan lamanya waktu pasca kematian hingga 24 jam setelahnya. Rigor Mortis terjadi akibat hilangnya ATP dari otot-otot tubuh manusia. ATP digunakan untuk memisahkan ikatan aktin dan myosin pada otot sehingga otot dapat berelaksasi, dan hanya akan beregenerasi bila proses metabolisme terjadi, sehingga bila seseorang mengalami kematian, proses metabolismenya akan berhenti dan suplai ATP tidak akan terbentuk, sehingga tubuh perlahan-lahan akan menjadi kaku seiring menipisnya jumlah ATP pada otot.

Rigor mortis dapat dibagi menjadi : 
  1. Cadaveric Spasmus, yaitu kekakuan otot yang terjadi pada saat kematian dan menetap sesudah kematian akibat hilangnya ATP lokal saat mati karena kelelahan atau emosi yang hebat sesaat sebelum mati.
  2. Heat stiffening, yaitu kekakuan otot akibat koagulasi protein karena panas sehingga serabut otot memendek dan terjadi flexi sendi. Misalnya pada mayat yang tersimpan dalam ruangan dengan pemanas ruangan dalam waktu yang lama.
  3. Cold stiffening, yaitu kekakuan tubuh akibat lingkungan yang dingin sehingga terjadi pembekuan cairan tubuh dan pemadatan jaringan lemak pada lapisan subkutan sampai otot.

Jumat, 29 Maret 2013

Kurap

Pengertian
Kurap adalah satu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungi. Masa infeksi kurap hingga terkena penyakit adalah beberapa hari. Gejala kurap adalah terdapat bagian kecil yang kasar pada kulit dengan dikelilingi lingkaran merah muda. Kurap dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita maupun secara tidak langsung (melalui pakaian misalnya). Vektor penyakit biasanya adalah anjing dan kucing. Kurap dapat dicegah dengan mencuci tangan dengan sempurna, menjaga kebersihan tubuh, dan menghindari kontak dengan penderita.

PENYEBAB
Berbagai jenis jamur.

Klasifikasi
  1. Athlete’s foot : Disebut juga kadas/kurap di kaki, merupakan suatu infeksi jamur yang biasanya muncul pada cuaca panas/hangat. Biasanya disebabkan oleh Trichophyton atau Epidermophyton, yaitu jamur yang bisa tumbuh di daerah yang lembab dan hangat, diantara jari-jari kaki. Jamur bisa menyebabkan terbentuknya sisik-sisik yang sangat halus tanpa gejala lainnya atau sisik-sisik yang lebih kadar disertai ruam yang terasa gatal, kasar dan menimbulkan nyeri di sela-sela jari kaki dan di tepian kaki. Juga bisa terbentuk lepuhan yang berisi cairan. Jamur bisa menyebabkan kaki menjadi retak-retak sehingga terjadi infeksi bakteri, terutama pada penderita usia lanjut dan penderita gannguan aliran darah ke kaki. Kadas/kurap di selangkangan Disebut juga jick itch dan bisa disebabkan oleh sejumlah jamur. Lebih sering ditemukan pada pria dan lebih sering terjadi pada cuaca hangat. Infeksi menyebabkan kemerahan berbentuk seperti cincin, kadang disertai lepuhan kecil di kulit sekitar selangkakan dan kulit paha atas bagian dalam. Bisa menimbulkan gatal-gatal dan bahkan nyeri. Meskipun telah diobati sering terjadi infeksi ulangan. Kadas/kurap di kulit kepala Penyebabnya adalah Trichophyton atau Microsporum. Penyakit ini sangat menular, terutama pada anak-anak. Bisa menyebabkan terbentuknya ruam merah bersisik yang kadang terasa gatal atau menyebabkan kerontokan rambut yang meninggalkan bercak pitak tanpa disertai ruam. Kadas/kurap di kuku Penyakit kurap kuku (tinea unguium, onychomycosis) adalah infeksi kuku paling sering yang disebabkan oleh Trichophyton. Jamur bisa masuk ke dalam kuku, menghasilkan penebalan, tak bercahaya, dan kuku berubah bentuk. Infeksi lebih cukup sering terjadi pada kuku kaki dibandingkan kuku jari. Kuku kaki yang terinfeksi bisa terlepas dari tempat tidur kuku, remuk, atau berserpihan. Kadas/kurap pada badan Penyebabnya adalah Trichophyton. Infeksi biasanya menyebakan ruam berwarna pink sampai merah yang kadang membentuk bercak bundar dan tengahnya jernih. Kadas/kurap badan bisa ditemukan di setiap kulit tubuh. Kadas/kurap pada janggut Jarang terjadi. Sebagian besar infeksi yang menyerang janggut disebabkan oleh bakteri, bukan jamur.
  2. Jock itch (tinea cruris) lebih umum pada pria dibandingkan wanita dan terjadi lebih sering di udara hangat. Infeksi tersebut mulai pada lipatan kulit pada daerah kelamin dan bisa menyebar menuju paha dalam bagian atas. Biasanya skrotum tidak termasuk (tidak seperti infeksi jamur). Ruam memiliki sisik, pinggiran merah jambu. Jock itch bisa sangat gatal dan kemungkinan terasa sangat sakit. Orang yang rentan bisa mengalami infeksi berulang.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN
Obat jamur topikal
• Amorolfine
• Butenafine
• Ciclopirox
• Clotrimazole
• Econazole
• Haloprogin
• Ketoconazole
• Miconazole
• Naftifine
• Nystatin (hanya Candida)
• Oxiconazole
• Selenium sulfide (shampo untuk panu)
• Sulconazole
• Terbinafine
• Terconazole
• Tioconazole
• Tolnaftate
• Undecylenate

Kebanyakan infeksi penyakit kurap, kecuali pada kulit kepala dan kuku, adalah ringan. Krim anti jamur biasanya menyembuhkannya. Banyak krim anti jamur efektif bisa dibeli tanpa resep ; bedak anti jamur umumnya tidak bagus. Bahan aktif dalam obat-obatan anti jamur topikal termasuk miconazole, clotrimazole, econazole, oxiconazole, ciclopirox, ketoconazole, terbinafine, dan butenafine.

Biasanya, krim dioleskan sekali atau dua kali sehari, dan pengobatan harus dilanjutkan untuk 7 sampai 10 hari setelah ruam hilang seluruhnya. Jika krim tersebut dihentikan dengan segera, infeksi tersebut tidak bisa dibasmi, dan ruam tersebut akan kembali. Ciclopirox dalam bentuk pernis kuku kemungkinan dicat pada infeksi jamur pada kuku. Pengobatan ini bisa memerlukan waktu sampai 1 tahun, meskipun begitu, dan masih tidak bisa efektif.

Beberapa hari bisa terlewati sebelum krim anti jamur mengurangi gejala-gejala. Krim kortikosteroid seringkali digunakan untuk membantu menghilangkan rasa gatal dan sakit untuk beberapa hari pertama. Hidrokortison dosis-rendah tersedia bebas; kortikosteroid yang lebih keras memerlukan resep dan kemungkinan ditambahkan ke krim anti jamur.

Untuk infeksi kulit dan infeksi kuku yang lebih serius atau membandel, seorang dokter bisa meresepkan obat anti jamur untuk digunakan dengan diminum, itraconazole, terbinafine, dan griseofulvin, semuanya efektif. Obat-obatan ini digunakan setiap hari. Beberapa dokter meresepkan fluconazole, yang kemungkinan diberikan sekali seminggu untuk 3 sampai 4 minggu untuk penyakit kurap pada tubuh. Penyakit kurap pada kuku memerlukan pengobatan lebih lama dengan itraconazole atau terbinafine : 6 minggu untuk jari kuku dan 12 minggu atau lebih untuk jari kaki. Sampai 1 tahun diperlukan untuk jari kaki baru untuk tumbuh. Terbinafine adalah obat paling efektif yang tersedia untuk mengobati penyakit kurap pada kuku. Griseofulvin dibutuhkan untuk pengobatan untuk jangka yag lebih lama. Meskipun begitu, penyakit kurap pada kuku tidak selalu bereaksi terhadap obat-obatan yang digunakan melalui mulut dan bisa kambuh bahkan setelah pengobatan tampaknya sangat berhasil. Penyakit kurap pada kepala bisa memerlukan pengobatan dengan obat-obatan yang digunakan dengan mulut untuk 4 sampai 6 minggu-atau bahkan lebih lama jika griseofulvin digunakan. Beberapa dokter memberikan kortikosteroid melalui mulut untuk anak dengan kerion pada kulit kepala.

Jika infeksi penyakit kurap keluar, infeksi bakteri bisa juga telah terbentuk. Beberapa infeksi bisa memerlukan pengobatan dengan antibiotik, yang lainnya dioleskan pada kulit atau diberikan melalui mulut.

Pencegahan
  1. Menghindari kontak langsung atau berbagi barang pribadi dengan orang-orang di sekitar agar penyakit tidak menular pada orang lain.
  2. Rajin membersihkan bagian kulit yang terserang dan juga kedua tangan dengan menggunakan sabun anti septik atau sabun yang mengandung belerang atau sulfur yang berfungsi sebagai anti jamur.
  3. Segera membersihkan kulit yang terserang pada saat cuaca panas dan lembab karena cuaca seperti ini memberi iklim positif bagi jamur untuk berkembang lebih cepat.
  4. Hindari menggaruk bagian kulit yang terserang dengan kuku karena akan memperburuk infeksi.
  5. Gunakan obat penyakit kulit yang dijual bebas di apotek. Jenis obat yang sesuai untuk penyakit kurap adalah yang mengandung bahan aktif miconazole, klotrimazol, terbinafine, ketoconazol, atau tolnaftate. Miconazole berfungsi untuk menghambat sintesis ergosterol yang merupakan komponen dalam sel jamur sehingga membuat jamur mati dan menghentikan infeksi. Klotrimazol berfungsi menurunkan aktivitas jamur, membunuh patogen serta memperbaiki keseimbangan metabolisme kulit. Terbinafine adalah bentuk sintesis dari senyawa organik anti jamur, ia berfungsi membuat sel jamur penyebab kurap terpecah dan mati. Ketoconazol adalah obat anti jamur yang bekerja setelah diserap oleh tubuh, kebanyakan obat ini berbentuk tablet minum dan bekerja semakin aktif bila disertai tingkat asam lambung yang tinggi. Ia digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi kulit dan jamur, terutama pada orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Tolnaftate adalah bentuk sintetis dari anti jamur yang penggunaanya hanya pada bagian luar tubuh, ia memiliki fungsi seperti miconazole.
  6. Jika setelah masa penggunaan obat penyakit kulit tadi terlewati sementara penyakit kurap tak juga sembuh maka diperlukan jenis obat yang hanya dapat dibeli dengan resep yang diberikan oleh dokter kulit. Beberapa obat yang biasa diresepkan oleh dokter kulit adalah jenis obat minum seperti griseovulfin, itraconazole, atau terbinafine yang semuanya efektif untuk mengatai infeksi jamur.

Kamis, 28 Maret 2013

PERHITUNGAN MASA SUBUR

Masa Subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.
pengertian lainnya, Masa Subur wanita adalah suatu masa yang berada disekitar waktu keluarnya sel telur tersebut (umumnya bagi yang mempunyai siklus haid 28-30 hari berada antara hari ke 12 hingga hari ke 18 dihitung dari hari pertama haid ).

Cara Menghitung dan Menentukan Masa Subur
Untuk menghitung masa subur sebenarnya tidak telalu sulit hanya saja memerlukan ketelitian dan kesabaran agar memperoleh hasil maksimal.
Bagi anada wanita yang ingin hamil untuk mengetahui, menentukan dan menghitung masa subur anda supaya hamil. Anda harus mengetahui apakah ada sel telur yang siap di buahi. Menurut salah satu dokter di sebuah sakit ternama di Jakarta mengatakan,” Masa subur bisa diketahui dengan menghitung dari periode menstruasi, perubahan pada lendir dan perubahan suhu tubuh”.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghitung masa subur untuk wanita yang ingin hamil, yaitu :
1. Siklus Haid
Masa subur akan mudah diketahui jika siklus haid anda setiap bulannya lancar dan normal. Ada ahli yang berpendapat sikulus haid normal 28 hari, pertengahan siklusnya hari ke – 14 ( 28 : 2 ), masa suburnya 3 haari sebelum hari ke -14, yaitu ( 14 – 3 ) dan 3 hari setelah hari ke -14 yaitu hari ke -17 ( 14 + 3 ) adi masa subur terjadi pada hari ke -11 dan hari ke -17
Ada pula cara / rumus lainnya dalam menghitung masa subur dengan sistem kalender, seperti berikut ini :
Masa Subur = Hari Terakhir Haid Menstruasi + 13
Masa Prasubur = Masa Subur -3 & Masa Subur + 3
sebelum menggunakan metode ini disarankan pasangan suami – istri harus mengetahui masa subur masing-masing, siklus masa subur pada wanita tidak sama dengan wanita lainnya, dpat dilakukan pengamatan secara minimal 6 kali siklus haid / menstruasi.
jika siklus haid teratur ( 28 hari ) :
* Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
* Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid
Jika siklus haid tidak teratur :
Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 -18 = 8, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 8 sampai hari ke 20.
2. Perubahan sekresi lendir leher rahim ( Serviks )
Masa subur juga bisa diketahui lewat pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut rahim (serviks). Ini pun dapat kita lakukan sendiri. Caranya, lendir dari mulut rahim diperiksa setiap hari. Hormon Estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan jari telunjuk atau ibu jari, lalu rekatkan lendir tersebut seperti membentuk benang dengan jarak 2 – 3 cm, jika lendir tersebut terputus tandanya tidak subur, dan apabila lendir tersebut tidak terputus maka ada dalam masa subur, tingkat keberhasilan dengan cara ini hanya sekitar 60% – 70%.
Lendir rahim berwarna bening, mungkin elastis, mudah pecah, lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal sebagai efek Spin yng menunjukkan lendir subur. Untuk lebih yakin lendir yang keluar dari mulut rahim dapat diperiksa oleh ahli pada objek gelas dibawah mikroskop, apabila lendir yng terjadi pada masa subur akan terlihat seperti daun pakis.
Ada yang perlu diingat selama pemeriksaan lendir serviks, yaitu :
- Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada perempuan satu dengan lainnya, termasuk dengan siklus itu sendiri.
- Setiap perubahan sensasi, jumlah lendir juga harus diperhatikan
- jika sulit untuk mendeteksi lendir dari luar, bisa diketahui setelah berolahraga atau setelah buang air besar
- Kegel ( gerakan mengerutkan otot pinggul bagian bawah seperti sedang menahan kencing ) terkadang dapat membantu pengeluaran lendir
3. Ukur suhu tubuh
Suhu tubuh normal basanya 35,5 – 36 derajat celsius. Pada waktu ovulasi turun dulu dan naik kembali mencapai 37 – 38 derajat celcius dan tidak akan kembali ke suhu normal 35 derajat. Kenaikan suhu tubuh terjadi apabila sudah terbentuknya Progesteron yang bertugas menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah di buahi. Caranya lakukan pengukuran suhu tubuh pada pagi hari setelah bangun tidur sebelum melakukan aktivitas apapun, kemudian masukkan termometer ke dalam dubur atau mulut vagina selama 5 – 6 menit. Tutup kembali mulut vagina selama pengukuran berlangsung, lakuakn hal ini setip hari pada jam yang selama 3 bulan. Jangan lupa untuk mencatat setiap hasil pengukuran sampai membentuk kurva
dengan syarat selama menentukan masa subur dengan mengukur suhu selama 3 bulan : suhu tubuh tidak boleh dalam kondisi demam, jangan tidur dibawah lampu yang panas, dan jangan tidur dengan menggunakan AC dalam suhu yang sangat tinggi.
4. Lewat USG
cara ini biasa dan sering dilakukan oleh banyak wanita hamil, untuk mengetahui perkembangan sel telur yang telah dibuahi atau calon janin yang sudah jadi.

Penyebab terganggunya masa subur pada wanita.
1. Infeksi
Infeksi atau peradangan yang sudah lalu atau kronis dapat merusak indung telur dan menghambat kelangsungan pertemuan antara sel telur dengan sel sperma
2. Terganggunya sel Telur
Adanya kelainan atau gangguan pada sel telur yang menghambat pembuahan seperti: Kista, Endometriosis atau Tumor.
3. Ketidak seimbangannya Hormon
Ketidakseimbangan hormon dapat mengakibatkan teadinya pelepasan sel telur dari indung telur dan berpengaruh pada produksi hormon Progesteron. Salah satunya hormon Hipopysa ( terletak di kelenjar bawah otak ) yang dapat membantu perangsangan pada sel telur, tetapi jika terdapat tumor atau penykit lainnya yang meradang pada kelenjar Hipopysa, stimulasi pertumbuhan pad sel telur tidak dapat terjadi dan produksi sel telur terganggu.
4. Getah Serviks
Kehamilan sulit dicapai apabila getah serviks yang mengandung antibodi atau anti-imun, zat penolak sperma. Keadaan ini dapat diketahui setelah melakukan aktivitas seksual, getah lendir diambil usai hubungan seksual. Lendir yang mengandung antibodi mengakibatkan banyak sel sperma mati dan tidak bergerak.
5. Kerusakan Struktural
Kerusakan Struktural biasanya terjadi pada rahim ( tempat dimana tumbuhnya janin ). Janin dapat karena teridentifikasinya infeksi, permukaan yang abnormal, fibroid ( tumor jinak ), kanker dsb.

Masa Subur Wanita Dewasa
pada dasarnya sama saja dengan masa subur yang dialami wanita yang ingn hamil. Siklus menstruaasi dapat mempengaruhi hormon pada wanita seperti hormon esterogen dan progesteron. Hormon – hormon ini juga dapat mempengaruhi perubahan fisik pada tubuh wanita yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis, seperti :
1. Perubahan suhu basal tubuh
2. Perubahan Lendir Serviks
Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva ( alat kelamin luar ). Lendir Serviks ini dapat diketahui dengan rasas / sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.
3. Perubahan pada Serviks
Pengamatan pada serviks akan memberikan tambahan informasi dan sangat bernmanfaat bagi yang mempunyai siklus panjang, bagi yang wanita yang menyusui atau sebelum datang masa menopause. Perubahan lendir serviks belum bisa dikatakan terjadinya masa subur. Masa subur pada perubahan lendir serviks biasanya dapat dikenali dengan perubahan panjang, posisi, konsistens dan terbukanya serviks. Pada umumnya memerlukan waktu 1 – 3 hari.
4. Minor kesuburan atau perubahan pada payudara
Perubahan dapat dirasakan dengan rasa sakit karena ovulasi ( Mittelschmerz Pain ) rasa sakit pada perut bagian bawah selama beberapa jam dan rass kencang dan menggelayar pada payudara.

Masa Subur pada Pria

-->

Seorang laki-laki dapat dikatakan dewasa, apabila sudah mencapai usia akhil baliq, seperti mimpi basah berarti sel serma sudah matang dan bisa membuahi sel telur ( biasanya sekitar usia 15 – 17 tahun ). Seorang pria tidak bisa menentukan masa subur seperti layaknya seorang wanita yang mudah dikenali dengan adanya siklus menstruasi dan perubahan lainnya yang dapat dilihat secara fisik. Kaum pria bisa memproduksi juataan sel sperma, dibandingkan wanita yang hanya bisa menghasilkan satu sel telur setiap siklus menstruasi. Bisa dikatakan masa subur pria dialami setiap saat.

Ada beberapa hal yang juga menyebabkan ketidak suburan pada pria, antara lain :
1. Penurunan kesuburan karena usia. Menurut data yang kami peroleh, 8% pria yang berusia 25 tahun gagal memberikan membuahi pasangannya, 15 % pada pria berusia 35 tahun juga gagal menghamili pasangan untuk mendapatkan buah hati, 40% pria ataupun wanita yang berusia 40 tahun keatas juga mengalami hal yang sama. Untuk usia 40 tahun keatas atau yang dikenl puber kedua yang dalami pria atupun wanita, daya rangsang dan masa subur menurun selain karena fisik, frekuensi untuk berhubungan seksual makin berkurang sejalan dengan bertambahnya usia.
2. Obesitas atau kegemukan. Menurut sebuah penelitian menyatakan 12 % masalah ketidak suburan karena masalah berat badan, terlalu kurus atau gemuk sangat mempengaruhi keesuburan pada pria ataupun wanita.
3. Kebiasaan mengkonsumsi kopi. Hal ini juga dapat mempengaruhi kesuburan, karena kandungan kafein dalam kopi dapat mengurangi tingkat kesuburan, dan reproduksi.
4. Rokok. Kandungan nikotin dalam rokok sangat membahayakan bagi tubuh dan menimbulkan aroma tidak sedap pada pasangan dan lemahnya pembuahan.

Sabtu, 02 Maret 2013

kode warrior

Misi komplit
bawah, kotak, X, Select, R1, kiri
Darah, uang, flash
15px; line-height: 20px;">R1, R2, L1, X, bawah, L1
Tongkat pemukul base ball
kotak, R2, bawah, bawah, L1, L1 
Marah
kotak, bulat, segitiga, Select, X, kiri
Lari terus dengan stamina penuh
bawah,kotak,kiri,x,L1,select
Pisau
bawah, bawah, Select, atas, atas, L3
Menghilangkan polisi
atas, Select, X, segitiga, segitiga, kotak
Golok
L1, X, R1, R1, Select, R2

Batangan pipa

R2, bulat, Select, atas, L1, kanan
Brass knuckles
bulat, bulat, bulat, L1, Select, segitiga
Kebal
atas,segitiga,L3,Select,X,L2
100% Tamat
L1, Select, kotak, bawah, L2, kanan
99 Nyawa di "Armies of The Night"
Masukkan kode ini ketika bermain mini-game "Armies of The Night"
atas, atas, bawah, bawah, kiri, kanan

NB : Masukkan kode sewaktu bermain

Pemeriksaan Fisik Dalam Keperawatan

Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien.

Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah

1. Inspeksi
Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric), terdapat struma di leher, kulit kebiruan (sianosis), dll

2. Palpasi
Adlaah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. Misalnya adanya tumor, oedema, krepitasi (patah/retak tulang), dll.

3. Auskultasi
Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung, suara nafas, dan bising usus.

4. Perkusi
Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. Misalnya : kembung, batas-batas jantung, batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru), dll

Setelah melakukan pemeriksaan maka dapat ditegakkan diagnosa keperawatan yang ditemukan pada

kemanGi

kemanGi
teRhalNg

Sahabat Blog